Breaking News:

Pelaksanaan New Normal

Kewajiban untuk Rapid Test Antigen Bikin Warga di Kota Bandung Bingung, Mendadak, Tanpa Sosialisasi

Pemerintah DKI Jakarta dan Bali sudah mulai mewajibkan setiap wisatawan atau masyarakat yang ingin bepergian. . .

(Shutterstock)
Ilustrasi rapid test virus corona. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pemerintah DKI Jakarta dan Bali sudah mulai mewajibkan setiap wisatawan atau masyarakat yang ingin bepergian ke dua daerah tersebut menggunakan transportasi umum, baik darat, laut dan udara, dapat menunjukkan hasil rapid tes antigen dan poliymerase chain reaction (PCR) atau swab tes.

//

Hal tersebut tentu saja sebagai upaya antisipatif terjadinya penularan Covid-19.

Kondisi tersebut cukup membingungkan masyarakat, khususnya mereka yang memiliki rutinitas aktivitas di Bandung-Jakarta setiap hari.

Selain itu, Pemerintah Kota Bandung belum menerapkan aturan serupa, tapi juga tidak semua rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Kota Bandung telah menyediakan layanan tersebut.

Baca juga: Kambing Mati Misterius Tercatat 49 Ekor, Dugaan Sementara Tim Identifikasi Akibat Serangan Ajag

Baca juga: Viral Pria Terjun ke Sungai Demi Selamatkan Bocah Hanyut, Ibu-ibu Teriak: Anak Siapa Itu Ya Allah

Budi Sarjito (54), salah seorang pengusaha, mengaku bingung dengan adanya pemberlakuan kebijakan tersebut yang secara tiba-tiba, tanpa sosialisasi sebelumnya.

Kondisi ini, kata Budi, memaksa masyarakat yang memiliki rutinitas perjalanan ke Bandung-Jakarta hampir setiap hari, termasuk dia, harus menyusun ulang jadwal kegiatannya di dua kota tersebut.

"Bagi saya jelas cukup mengganggu karena tiba-tiba ada di berita kemarin sore seperti itu, langsung diberlakukan hari ini," ujarnya saat di temui sela kegiatannya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Jumat (18/12/2020).

"Seharusnya kan sosialisasi dulu agar masyarakat paham dan mempersiapkan diri," katanya.

Budi pun menilai bahwa saat ini tidak semua masyarakat, termasuk dia, mengetahui di mana saja fasilitas kesehatan di Kota Bandung yang sudah dapat melayani kebutuhan rapid tes antigen tersebut.

Kalaupun ada, kata dia, besaran biayanya pun masih menjadi pertanyaan karena belum ditetapkan pemerintah pusat.

"Jujur, saya sendiri tidak tidak tahu dan saya yakin Mas juga pasti tidak tahu, di mana saja rumah sakit di kita ( Kota Bandung) yang sudah menyediakan layanan itu (rapid tes antigen), untuk bepergian ke Jakarta atau Bali, karena belum ada sosialisasinya."

"Harapannya sih pemerintah bisa secara bertahap dalam menerapkan kebijakan ini, agar masyarakat tidak bingung," ucap warga Jalan Nilem tersebut.

Hal senada dikatakan oleh Laras Puti Maharani (32), warga Jalan Lengkong Besar, yang juga salah seorang karyawati dari perusahaan swasta di Jakarta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved