Breaking News:

Ada Kambing Digigit Hewan Buas Misterius Tapi Masih Hidup, Dibeli Tim BKSDA untuk Pemeriksaan

Hingga kini tindakan pemeriksaan yang sebelumnya mengambil kepala kambing mati untuk dijadikan sampel, itu belum ada hasilnya

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Puluhan ternak kambing milik warga mati secara tak wajar, diduga dimangsa hewan buas. 

Kemudian hendak dilakukan pemeriksaan, kata dia, apakah nanti ditemukan virus rabies atau penyakit paparan pada hewan mematikan atau apa?

“Hingga kini tindakan pemeriksaan yang sebelumnya mengambil kepala kambing mati untuk dijadikan sampel, itu belum ada hasilnya.

Juga dengan kambing pembelian kemarin pun sama belum dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Baca juga: Aura Kasih Gugat Cerai Eryck Amaral, Keberadaan Suami Tak Diketahui, Gugatan Didaftarkan Via Online

Baca juga: Rizky Billar dan Lesti Kejora Akhirnya Go Public Soal Hubungan Asmaranya: Saling Tumbuh Rasa

Baca juga: Nathalie Holscher Sempat Mual-mual, Sule Jawab Isu Soal Kehamilan Sang Istri

Diberitakan sebelumnya, riwayat kematian kambing misterius yang terjadi di Kecamatan Cibingbin, Kuningan terus dilakukan tim pemeriksaan dan identifikasi pemerintah.

“Kita sudah dua kali kelokasi dan melakukan perekaman terhadap sejumlah tempat di lingkungan kandang kambing tersebut,” kata Kasi Keswan dan Kesmavet, yakni drh Rofiq mewakil Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kuningan, Jum’at (18/12/2020).

Rofiq mengemuka bahwa tindakan ke lokasi kandang itu banyak ditemukan keterangan sebagai bahan peneliatian lebih lanjut.

“Iya kami ke lokasi bareng Tim dari BKSDA dan Petugas Balai Laborotirum dari Subang.

Kesimpulan sementara sepakat menyebutkan bahwa kematian kambing itu di duga akibat hewan sejenis anjing liar alias ajag,” ungkapnya.

Sebab, masih kata Rofiq, selain ditemukan sejumlah jejak kaki binatang sejenis anjing liar atau ajag. “Tim pun melakukan pemeriksaan dan menggali keterangan dari warga dan pemilik hewan ternak tersebut,” kata Rofiq lagi.

Dia menyebutkan, rekaman jejak kaki hewan dengan ukuran sekitar 2-3 senti meter. “Mengerecut bahwa serangan mematikan hewan ternak warga itu benar serupa ajag,” katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved