Breaking News:

Dua Politisi Golkar di Panggil KPK Terkait Kasus Korupsi Tersangka Abdul Rozaq Muslim di Indramayu

Mereka adalah Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2014-2019 Ganiwati fan Staf Ahli Partai Golkar Muh. Fajar Shifik CH.

KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) panggil dua politisi Golkar terkait kasus korupsi Abdul Rozaq Muslim di Indramayu. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Dua politisi Partai Golkar dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (17/12/2020).

Mereka adalah Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2014-2019 Ganiwati fan Staf Ahli Partai Golkar Muh. Fajar Shifik CH.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, mereka diperiksa soal dugaan pengaturan proyek dana bantuan provinsi (Banprov) untuk Kabupaten Indramayu yang menjerat tersangka Abdul Rozaq Muslim (ARM).

"Hari ini dilakukan pemeriksaan untuk tsk ARM TPK suap terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Baca juga: KPK Geledah Rumah Abdul Rozaq Muslim di Indramayu, Tersangka Kasus Suap, Bawa Sejumlah Berkas

Baca juga: MOMEN KPK Geledah Gedung DPRD Jabar, Ubek-ubek Ruangan Cari Bukti Kasus Suap Abdul Rozaq Muslim

Pada Rabu (16/12/2020) kemarin, KPK diketahui juga memanggilan terhadap politisi Partai Golkar lainnya.

Yakni Yod Mintaraga selaku anggota DPRD Provinsi Jabar Periode 2019-2024.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anggota DPRD Jawa Barat periode 2014-2019 dan 2019-2024 Abdul Rozaq Muslim resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dana bantuan provinsi (banprov) untuk Kabupaten Indramayu oleh KPK pada Senin (16/11/2020).

Penetapan tersangka terhadap ARM merupakan pengembangan kasus suap proyek Pemkab Indramayu yang menjerat Mantan Bupati Indramayu Supendi.

Selain Supendi, kasus tersebut juga melibatkan Kepala Dinas PUPR Indramayu Omarsyah, Kabid Jalan Dinas PUPR Pemkab Indramayu Wempy Triyono selaku, dan pengusaha Carsa ES.

Abdul Rozaq Muslim diduga menerima suap sekira Rp8,5 miliar dari Carsa.

Suap itu diberikan lantaran Abdul Rozaq telah membantu mengurus sejumlah proyek dari dana bantuan provinsi untuk Pemkab Indramayu untuk dikerjakan Carsa.

Tersangka Rozaq melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Baca juga: TERUNGKAP Suara Tangisan dan Rintihan 6 Laskar FPI Sebelum Tewas Tertembak Polisi: Tolong Pak

Baca juga: Syarat-syarat Sekolah Tatap Muka Tahun Akademik 2020/2021 yang akan Dimulai Januari 2021

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved