Breaking News:

VIDEO - Dilanda Hujan Deras, Atap Ruang Guru SDN Babakan Loa 2 Ambruk, Puluhan Tahun Belum Direhab

atap ruang guru itu ambruk setelah dilanda hujan deras. Ciri-ciri atap akan ambruk sudah terlihat sejak beberapa bulan lalu.

Editor: Machmud Mubarok

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Ruang guru SDN Babakan Loa 2, Kecamatan Pangatikan roboh pada Selasa (15/12/2020) dini hari. Atap ruang guru ambruk usai dilanda hujan besar sejak Senin (14/12/2020) sore.

Ully Safitri Dewi, salah seorang guru menyebut, atap ruang guru itu ambruk setelah dilanda hujan deras. Ciri-ciri atap akan ambruk sudah terlihat sejak beberapa bulan lalu.

"Kejadiannya kata warga sih tadi subuh. Saya sama bu Kepsek juga enggak tahu kronologisnya. Memang karena sudah lapuk juga bagian atapnya," ujar Ully.

Baca juga: Ciri-ciri Penyakit Herpes, Segera Obati Pakai Bahan Alami Lidah Buaya Hingga Bawang Putih

Baca juga: Lirik Lagu Sholawat Allahul Kafi Lengkap Arti dan Terjemahannya, Trending di Youtube dan TikTok

Baca juga: Ini Profil Kharisma Aura Gadis Cantik Asli Majalengka, Wakili Indonesia di Miss Grand Internasional

Dari pantauan, semua bagian atap ruang guru itu ambruk. Genting ruangan hancur berkeping-keping. Kayu di bagian atap terlihat sudah lapuk di makan usia.

Ruang guru itu berada di tengah area sekolah. Dari pintu masuk sekolah, ruang guru berada percis di bagian depan. Sejak ada ancaman kerusakan, pihak sekolah memutuskan memindahkan ruangan guru.

"Sudah kelihatan memang atapnya mau rusak. Jadi dipindahkan sejak tiga bulan lalu," katanya.

SDN Babakan Loa 2 awalnya terdiri dari dua sekolah. Yakni SDN Babakan Loa 1 dan Babakan Loa 2. Sejak bulan Juli 2020, kedua sekolah itu digabungkan dan menjadi SDN Babakan Loa 2.

"Kalau ruang kelas sudah ada yang direhab. Untuk ruang guru memang sudah puluhan tahun belum direhab," ucapnya.

Koordinator Korwil Pangatikan, K Kusnadi, mengatakan usai penggabungan sekolah, pihaknya sudah mengajukan untuk merobohkan dua lokal di SDN Babakan Loa 2. Terdiri dari satu ruang guru dan satu kelas.

"Soalnya dua ruangan ini ada di tengah sekolah. Agustus dan September kami ajukan untuk dibongkar. Biar halaman lebih luas," kata Kusnadi.

Namun hingga kini, izin pengajuan pembongkaran belum turun. Padahal atap di ruang guru sudah terlihat akan ambruk.

"Makanya saya minta untuk guru-guru pindah ruangan ke sebelah. Sebelum ambruk, plafon ruangan juga sudah kelihatan rusak," ucapnya.

Jika dua ruang itu dibongkar, masih mencukupi kebutuhan ruangan bagi para siswa yang berjumlah 225. Ada sembilan lokal yang tersedia di sekolah tersebut.

"Setelah ada kejadian ini, saya berharap izin untuk pembongkaran bisa dipercepat. Jadi saat nanti tatap muka, halaman sekolah sudah lebih luas," katanya. (*)


Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved