Breaking News:

Misteri Kematian Puluhan Kambing Warga, Bupati Acep Minta Warga Lapor untuk Dilakukan Pencegahan

Untuk penyelidikan, kata Indra, agar bangkai hewan yang mati misterius itu diambil satu sebagai sampel.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa
Puluhan ternak kambing milik warga mati secara tak wajar, diduga dimangsa hewan buas. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Kematian kambing milik warga di Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan mendapat tanggapan dari Bupati Kuningan H Acep Purnama.

“Soal kambing mati, sebaiknya warga lapor ke pemerintah. Untuk kemudian dilakukan pengecekan terhadap lingkungan kejadian dan penyebabnya,” kata Bupati Acep saat melakukan kunjungan di sejumlah lokasi rumah ambruk akibat gempa magnitude 4.2 Brebes, Senin (14/12/2020).

Sementara ditempat sama, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan, yakni Indra Bayu Permana, menduga ada dua jenis predator dalam kejadian kematian massal hewan ternak milik warga tersebut.

Baca juga: Puluhan Kambing Mati Misterius di 3 Desa di Kuningan, Diduga Dimangsa Hewan Buas Penghisap Darah

Baca juga: Alasan Polisi Tembak 6 Anggota FPI hingga Akhirnya Tewas: Terjadi Penyerangan

“Kami belum bisa memastikan jenis hewan atau predator seperti apa yang mengakibatkan kematian puluhan kambing. Karena, dari foto-foto bangkai kambing sedang ditelit dan terlihat bekas luka di beberapa titik, seperti di leher, perut dan punggung,” katanya.

Dari jejak luka pertama yang ditemukan pada tubuh kambing, seperti lubang sebesar jempol.

“Sedangkan dari jejak luka pada kasus terakhir di Desa Sukaharja, terlihat luka yang agak besar,” katanya.

”Saya pribadi memperkirakan ini adalah yang pertama sejenis kelelawar besar dan yang kedua adalah anjing hutan. Tapi ini baru dugaan ya, kita belum bisa memastikan secara komprehensif,” katanya.

Untuk penyelidikan, kata Indra, agar bangkai hewan yang mati misterius itu diambil satu sebagai sampel.

“Agar bisa diteliti oleh ahli di bidangnya di Dinas Peternakan. Kemudian, kita sudah koordinasi dengan kecamatan bahwa jika ada muncul kasus lagi bisa diambil sampel untuk diteliti kematian hewan tersebut,” katannya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved