Breaking News:

Satpol PP Semprotkan Air Bubarkan Paksa Pedagang di Jatibarang Indramayu, Masuk Zona Merah

seorang pedagang, Tori (33) mengaku tidak terima dengan tindakan tersebut. Mereka sudah diperlakukan tidak adil.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Petugas menyemprotkan air ke lapak-lapak pedagang lemprakan Kecamatan Jatibarang. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membubarkan paksa para pedagang lemprakan di Jalan Mayor Dasuki, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Minggu (13/12/2020).

Tindakan tegas itu, sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan di Kabupaten Indramayu.

Plt Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Indramayu, Hamami Abdul Ghani mengatakan, khusus di Kecamatan Jatibarang sendiri, kini bahkan ditetapkan sebagai zona merah.

"Kami sebelumnya berkoodinasi dengan camat, polsek, dan koramil untuk mengimbau pedagang agar tidak berjualan sampai tahun depan, tetapi pedagang masih membandel," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, para petugas juga melakukan tindakan tegas dengan menyemprotkan air melalui mobil pemadam kebakaran.

Lapak-lapak jualan para pedagang itu disemprot air seusai mereka memberesi barang dagangnya masing-masing.

Dengan harapan, para pedagang tidak membandel dengan menempati kembali lapak itu setelah petugas pergi.

"Makanya kami lakukan tindakan tegas dengan penyemprotan melalui Damkar agar mereka bubar," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang, Tori (33) mengaku tidak terima dengan tindakan tersebut. Mereka menilai sudah diperlakukan tidak adil.

"Saya sih gak terima karena kan ini gak semua. Yogya Toserba masih buka, toko-toko besar masih buka. Sementara kami penjual lemprakan gak boleh buka," ujar dia.

Para pedagang kecil berharap, ada perlakuan adil dari pemerintah yang dilakukan juga kepada para pedagang berskala besar, khususnya yang melanggar protokol kesehatan.

"Katanya Indramayu zona merah, harusnya semua lockdown," ujarnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved