Breaking News:

Kapolres Kuningan Bubarkan Turnamen Sepak Bola, Videonya Tengah Marahi Panitia Beredar

Menurut Lukman, meski jauh dari permukiman, turnamen yang diselenggarakan itu pasti ditonton.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Kapolres Kuningan AKBP Lukman SD Malik angsung bubarkan event turnamen sepak bola tanpa izin yang mengundang kerumunan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Kapolres Kuningan AKBP Lukman SD Malik marah besar saat terjun langsung di lokasi lapang sepak bola di Kuningan. Ia langsung membubarkan turnamen sepak bola yang sedang berlangsung.

Tindakan tegas Kapolres itu diketahui dari video berdurasi 5 menit 20 detik yang beredar Sabtu (12/12/2020).

“Pertama tidak ada izin dan pemberitahuan ini sifat turnamen,” kata Kapolres Lukman dalam kutipan video tersebut.

Baca juga: Foto Pria Tidur Sambil Tersenyum Bukan Laskar FPI, Orangnya Masih Hidup, Dia Protes: Kok Bisa Viral

Baca juga: REAL Count Pilkada Indramayu 2020, Data TPS 82,1 Persen, Nina-Lucky Stabil Ungguli 3 Paslon Lainnya

Baca juga: Dapat Kucuran Dana Hibah dari Pemerintah, KONI Majalengka Dituntut Raih Prestasi Lewat Para Atlet

Kapolres Lukman mengatakan, dalam turnamen ini tim kesebelasan juga ada yang berasal dari Makassar.

”Meski semua dasarnya silaturahmi, saya tahu, setiap kegiatan itu ada prosedur perizinan dan diketahui pertama saudara rencanakan event turnamen di Cirebon tapi tak di izinkan,” katanya.

Menurut Lukman, meski jauh dari permukiman, turnamen yang diselenggarakan itu pasti ditonton.

”Namun pasti ada penonton dan saya tahu ada kegiatan ini dari masyarakat juga,” katanya.

Seharusnya, kata dia, jika memang dilangsungkan turnamen keolahragaan itu harus lapor dinas olahraga dan Satgas covid-19 serta izin lingkungan setempat.  

“Apapun kegiatan itu harus memberitahukan dulu, dengan kejadian kita harus tegakkan peraturan dan situasi lagi gencar- gencarnya kejadian nasional,” ujarnya.

Dari masa pandemi covid 19, kata Kapolres mengaku bahwa ini bisa bergeser sektor kehidupan lingkungan masyarakat.

“Kita disini harus berimbang dalam melyani masyarakat. Perlu diketahui untuk kegiata hiburan, pesta perkawainan dan acara keagamaan pun itu kita sederhanakan,” ungkapnya.

Sebetulnya, kata Lukman, pihaknya mendukung terhadap kegiatan olahraga dan mencari bibit atlit di bidang sepak bola ini.

“Kami mendukung program pembibitan namun PSSI pusat pun mengetahui di masa pandemic covid19 ini bagaiman. Toh, kalau turnamen sepak bola dilakukan secara diluar tanpa penonton, saya dukung saya senang olahraga,” ujarnya.

Perlu diketahui pula, kata dia, di Kuningan ini lagi lagi hebat-hebatnya lonjakan kasus terkonfirmasi covid19 positif.

“Rumah sakit di Kuningan sudah penuh, kalau memang saudara diam – diam kaya main catur, saya biarin dan mesti diingat untuk mengikuti standar kesehatan,” ujarnya. 

Tak Tahu Ada Turnamen

Ketua Asosiasi Kabupaten Kuningan H Udin Kusnedi terkejut ada turnamen sepak bola dibubarkan paksa oleh petugas kepolisian.

“Sebelumnya saya tidak tahu adanya kegiatan turnamen sepak bola tersebut,” ungkap Udin yang juga Ketua DPD PAN Kuningan saat di konfirmasi via ponselnya, Sabtu (12/12/2020).

Meski demikian, Udin Sayur mengapresiasi tindakan petugas dalam mengingatkan warga untuk patuh dan taat terhadap protokol kesehatan.

“Untuk soal protokol kesehatan kami sangat mendukung dan dengan terjadi event sepak bola, justru kami tidak mengetahui persis dan tidak ada kepanitiaannya dari Kuningan,” ungkapnya.

Perlu diketahui, kata Udin, dalam beberapa hari lalu menerima kordinasi dari kepanitian Liga Pelajar.

“Dan itu pun, kami terima pengajuan panitia yang hendak melangsungkan big match di final liga dengan catatan waktunya itu pada tanggal 14-15 bulan sekarang,” katanya.

Penerimaan izin tempat dan lingkungan, kata Udin, tentu harus mengikuti persyaratan dan regulasi di masa pandemic covidi19 sekarang.

“Iya harus ada izin dari Satgas covid19 dan melengkapi izin lainnya,” katanya.

Kasus Melonjak

Melonjaknya jumlah kasus positif covid-19 di Kabupaten Kuningan yang merata muncul di setiap daerah mendapat tanggapan dari Bupati Kuningan, H Acep Purnama.

“Iya sejak beberapa hari kemarin, pemerintah desa dan kecamatan meminta untuk lakukan PSBM (Pembatasan Sosial Berskala Mikro, red) secara parsial,” ungkap orang nomor satu di Kuningan, saat usai menghadiri agenda pisah sambut Dandim/0615 Kuningan baru Czi David Nainggolan di Hotel Cordela belum lama lama ini,  Rabu (9/12/2020).

Menyinggung soal ancaman zona merah di Kuningan, Acep mengatakan, pemerintah melalui Satgas segera melakukan rapat kerja.

Baca juga: Cara Makan Bawang Putih yang Benar, Khasiatnya Tak Terduga, Apalagi Jika Dikonsumsi Saat Pagi

Baca juga: Indra Bekti Menangis di Pelukan Nikita Mirzani, Mimpinya yang Terkendala Uang Bakal Diwujudkan Nyai

Baca juga: Kontestan Indonesian Idol Melisha Sidabutar Meninggal Dunia, Ari Lasso & Boy William Tulis Pesan Ini

“Nanti hari Jum’at kita akan rapat bareng Satgas,” katanya.

Kemudian untuk melakukan pencegahan dan komitmen dalam protokol kesehatan. “Kami akan melakukan pengawasan ketat di sejumlah lingkungan dan lokasi wiasta,” ujarnya.

Apalagi dengan menyambut hari besar keagamaan. “Iya Hari Natal dan tahun baru, kita tetap lakukan pengawasan standar kesehatan,” ujarnya.

Bupati Acep mengatakan, saat libur nasional sekarang ini merupakan penghormatan terhadap sejumlah daerah yang melaksanakan Pilkada.

“Iya libur nasional ini ada daerah lakukan Pilkada dan saya menyakini tidak ada lonjakan wisatawan di Kuningan sekarang,” katanya.

Terlebih, kata Acep, pemerintah daerah mendukung terhadap kebijakan pusat dalam memangkas liburan cuti.

“Kami sangat mendukung tak ada libur cuti di akhir tahun dan ini sekaligus upaya pengendalian serta pencegahan terhadap ancaman bahaya paparan virus corona,” katanya.

Sebagai informasi,  jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Kuningan per Selasa, 8/12/2020 mengalami lonjakan sebanyak 124 kasus baru.

"Penambahan terjadi dan merata di setiap kecamatan di Kuningan," kata Agus lagi.

Diketahui sebelumnya, kata Agus, sebaran kasus itu berasal dari 19 kecamatan. “Seperti Kecamatan Luragung, Pancalang, Mandirancan, Maleber, Sindangagung, Kuningan, Cilimus, Jalaksana, Cipicung, Cibingbin, Cidahu dan Garawangi,” ujarnya.

"Kemudian Kecamatan Cigandamekar, Sukamulya, Karangkancana, Lebakwangi, Mekarwangi, Garawangi dan Pasawahan," kata Agus.

Menyinggung soal rincian dalam kasus yang jumlahnya mengalami penambahan di masing-masing kecamatan.

“Sebaran terbanyak berasal dari Kecamatan Luragung. Dan jumlah kasus sebanyak 124orang mayoritas merupakan hasil tracing dari kontak erat pasien positif sebelumnya,” katanya.

Dengan penambahan ini, kata dia, Satgas terus melakukan tracing test dan treatment dan juga terus lakulan himbauan ke masyarakat tentang 3M.

“Penambahan 124 kasus baru dan hingga hari ini total kasus positif Covid-19 ada sebanyak 1.476 kasus,” katanya.

 “Dengan rincian 1.009 kasus dinyatakan sembuh, 447 kasus masih karantina dan 20 kasus meninggal dunia,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved