Rumah Rusak Kena Gempa Brebes
Kades Cipondok Sebut Getaran Gempa Total Selama 3 Menit, Satu Menit Pertama Sangat Kencang
Permukiman di sini cukup padat, ada bangunan atas rumah warga roboh (Sopi) menimpa rumah warga lainnya
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Gempa magintudo 4.2 di Brebes mengakibatkan rusak rumah di Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin mendapat tanggapan dari Kepala Desa yakni Rudiyanto saat ditemui lokasi permukiman warga tadi.
"Kronologinya, sewaktu pagi saya di rumah dan terkejut, setelah melihat bupet dan perabotan rumah bergoyang cukup keras," ungkap Rudiyanto saat mengawali perbincangan tadi, Jum'at (11/12/2020).
Guncangan pertama, kata Rudiyanto, selama satu menit terjadi cukup kencang."Sehingga rumah milik Ibu Ati (80) Kaswa (50), Darki (75), Marsijah (50). Nah, rumah milik warga tadi rusak cukup sedang," kata Rudiyanto seraya menambahkan bahwa 19 rumah warga lainnya.
Baca juga: Cara-cara Mengobati Ejakulasi Dini Pada Pria, Gunakan 7 Obat Tradisional Ini Dijamin Tokcer
Baca juga: Tanda-tanda Pembengkakan Jantung seperti yang Dialami Melisha Sidabutar, Kenali Sebelum Berbahaya
Baca juga: Hamil 7 Bulan Seorang Dokter Meninggal karena Covid-19, Bertugas di UGD RS di Ponorogo
Baca juga: Anak Bunuh Ibunya Sendiri, Sang Ayah Minta Tolong dengan Pisau Menancap di Perutnya
"Itu hanya mengalami bangunan tembok retak dan beberapa genteng berjatuhan," imbuhnya.
Kerusakan rumah, kata Rudiyanto, ini akibat robohnya bangunan atas rumah warga. "Permukiman di sini cukup padat, ada bangunan atas rumah warga roboh (Sopi) menimpa rumah warga lainnya,"ujarnya.
Beruntung tidak ada korban dalam kejadian ini, namun kerugian cukup besar dirasakan warga desa setempat.
"Hitungan kerugian tidak ada, namun sudah dilaporkan ke BPBD dan warga korban rumah roboh tadi sudah mendapat bantuan logistik," katanya.
Orang nomor satu di Desa Cipondok ini mengatakan, guncangan keras terjadi di Kabupaten Brebes. "Ini memang berjarak sekitar 4 kilometer dari Kecamatan Cibingbin dan mengakibatkan kerusakan tempat tinggal warga," katanya.
Diberitakan sebelumnya, dampak guncangan gempa berkekuatan magnitudo 4,2 di Brebes, Jawa Tengah yang terjadi Jumat (11/12/2020) pagi. "Ada puluhan rumah rumah warga rusak ringan dan didalam itu empat rumah rusak sedang, " kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu saat menyampaikan keterangannya kepada wartawan.
Dia menyebutkan secara rinci ada 23 rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.
"Tempat tinggal atau rumah yang terdampak gempa itu berada di Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin," ujarnya.
Sebanyak 23 rumah yang terdampak di Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin. "Rinciannya empat rumah rusak sedang dan 19 rumah rusak ringan," kata Indra lagi.
Selain merusak 23 rumah warga, dua unit fasilitas umum yakni gedung Puskesmas dan Posyandu di Desa Cipondok juga mengalami kerusakan ringan.
"Hingga kini kita masih melakukan pendataan kemungkinan masih adanya rumah warga lainnya yang mengalami kerusakan," ujarnya.
Selain di Kecamatan Cibingbin, gempa yang terjadi di Brebes itu juga dirasakan beberapa kecamatan di Kabupaten Kuningan diantaranya Kecamatan Cibeureum dan Kecamatan Cimahi.
Diberitakan sebelumnya, wilayah Kabupaten Cirebon dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik, Jumat (11/12) pukul 05:51:55 WIB.
Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M=4.2.
Episenter terletak pada koordinat 7.07 LS dan 108.87 BT, atau tepatnya berlokasi di Laut pada jarak 28 km Barat Daya BREBES-JATENG pada kedalaman 5 kilometer.
Baca juga: Gara-gara Tak Sediakan Sarapan Pagi, Seorang Pria Tega Bunuh Ibu Kandungnya
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hendro Nugroho, mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi Dangkal akibat sesar lokal
Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Kuningan II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang), Cirebon dengan Skala Intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).
Baca juga: Luangkan Waktu untuk Baca Surat Al Kahfi di Hari Jumat, Keutamaannya Dahsyat, Pahalanya pun Besar
"Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut," katanya melalui siaran tertulis yang diterima.
Hingga pukul 06:30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan.
Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Panduan Gempa Bumi
Magnitudo Gempa
Berdasarkan skala MMI yang dikutip dari laman BMKG, berikut info MMI yang dapat dipelajari.
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.
Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.
Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI
Semua orang di rumah keluar.
Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.
Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.
Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.
Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.
Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.
Jembatan rusak, terjadi lembah.
Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.
Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Berikut tindakan yang perlu kamu lakukan saat gempa terjadi.
1. Tetap tenang
Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang!
Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah tempat yang aman untuk berlindung.
2. Di dalam rumah
Jika pada saat gempa sedang berada di dalam penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarmu.
Berlindung di bawah meja adalah tempat terbaik untuk melindungi diri dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa.
Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk.
Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup.
3. Di luar ruangan
Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka.
Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun.
Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan.
4. Di kerumunan
Jika saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan.
Untuk mengindari hal tersebut. kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka.
5. Di gunung atau dataran tinggi
Jika gempa terjadi saat kamu sedang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung.
Hindari daerah dekat lereng karena ada kemungkinan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa.
6. Di laut
Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami.
Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi.
7. Di dalam kendaraan
Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh.
Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.