Breaking News:

Puluhan Nakes di Kuningan Ikut Pelatihan Khusus Suntik Vaksin Covid-19

materi dan praktik itu sebagai bentuk kedispilinan tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Puluhan tenaga kesehatan di masing – masing Kantor Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) telah dibekali materi dan praktik untuk melakukan suntik vaksin covid-19.

“Iya semua nakes di 37 Puskesmas sudah mengikuti pelatihan khusus, saat nanti menyuntik vaksin covid-19,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kuningan, Hj Susi Lusyanti, Kamis (10/12/2020).

Pelaksanaan penyuntikan vaksin, kata dia, jika tak meleset itu akan dilangsungkan pada Bulan Januari tahun mendatang.

Baca juga: Kerjakan Sholat Tahajud di Sepertiga Malam, Ini Bacaan Niat dan Doa Setelah Sholat Tahajud

Baca juga: Suami Bunuh Istri Sendiri di Soreang Bandung, Lakban Lalu Gasak Perhiasan, Ini Kronologinya

Baca juga: UPDATE Real Count KPU Pilkada Indramayu 2020, Nina-Lucky Hakim Bersiap Jadi Bupati dan Wakil Bupati

“Mudah – mudah bulan Januari vaksin turun dan kita bisa lakukan penyuntikan dalam pencegahan covid-19,” ujarnya.

Menurutnya, materi dan praktik itu sebagai bentuk kedispilinan tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat.

“Apalagi saat ini, jumlah positif covid-19 dalam setiap harinya itu terus bertambah,” katanya.

Susi mengatakan, penyebaran covid-19 ini harus dicegah secara bersama.

“Sebab ini sudah menjadi transmisi lokal dan tidak sedikit dari setiap keluarga itu terpapar,” katanya.

Sementara untuk jumlah swab tes yang telah dilakukan semasa  pandemi covid-19. “Jumlahnya itu ada sekitara 15 ribu lebih dan sebagai harapan, Kuningan memiliki alat deteksi hasil swab sendiri,” ujarnya.

Soal adanya pelajar SD terpapar, kata Susi membenarkan bahwa itu terjadi Kecamatan Luragung. “Hingga kini jumlah siswa SD itu ada sebanyak 6 orang,” ungkapnya.

Terpisah Juru Bicara Satgas Covid Kuningan, yakni Agus Mauludin melaporkan bahwa jumlah total kasus terkonfirmasi  ada sebanyak 1543 orang, dengan discarded sebanyak 1029 orang dan masih karantina ada sebanyak 494 orang.

“Dalam kasus terkonfirmasi ada kasus meninggal itu sebanyak 20 orang dan kasus ini dari Laki-Laki ada 896 orang dan Perempuan ada sebanyak 674 orang,” kata Agus.

Mengenai kasus kontak erat itu total ada 1343 orang dan discarded ada 1123 orang. “Sementara yang masih karantina ada 220 orang dan kasus kontak erat ini adari Laki-laki ada 711 orang dan Perempuan sebanyak 632 orang,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved