Breaking News:

Dewan Majalengka Prihatin Ada Pasien Suspek Tak Dapat Ruang Perawatan hingga Meninggal Dunia

Menurutnya, hal itu sangat disayangkan mengingat pasien tersebut mengalami gejala Covid-19 yang mana membutuhkan perawatan secara intensif.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa
Ketua DPRD Kabupaten Majalengka, Edy Anas Djunaedi 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Ketua DPRD Majalengka, Edy Anas Djunaedi menanggapi secara prihatin dengan adanya pasien suspek di Majalengka yang meninggal dunia karena tidak dapat ruang perawatan.

Menurutnya, hal itu sangat disayangkan mengingat pasien tersebut mengalami gejala Covid-19 yang mana membutuhkan perawatan secara intensif.

"Pada dasarnya kita sama merasa prihatin adanya pasien yg membutuhkan perawatan, malah tidak dapat perawatan akibat penuhnya tempat," ujar Edy saat dimintai tanggapannya, Kamis (10/12/2020).

Baca juga: Ini Kronologi Meninggalnya Pasien Covid-19 di Majalengka Setelah Ditolak Rumah Sakit

Baca juga: Pasien Covid-19 di Majalengka Tak Diterima di RSUD dan RS Swasta Karena Penuh, Akhirnya Meninggal

Namun, dirinya menyebut terjadinya penolakan pasien akibat penuhnya bed tidak hanya terjadi di dua rumah sakit di Majalengka.

Melainkan, di sejumlah rumah sakit di tanah air.

"Penuhnya tempat tidak saja di dua rumah sakit di Majalengka, malah di tempat lain juga sama. Oleh karena itu, harus cepat dicari solusinya," ucapnya.

Oleh karena itu, sependapat dengan Kepala Dinas Kesehatan, bahwa mencari solusi bersama-sama menjadi jalan yang harus ditempuh saat ini.

Sehingga, di kemudian hari tidak lagi terjadi kasus yang sama.

"Sambil berharap tentunya semoga tidak terulang ada pasien yg tidak mendapat perawatan sebagaimana mestinya," jelas dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved