Breaking News:

Kejaksaan Negeri Selamatkan Uang Rp 800 Juta Lebih dari Dua Kasus Korupsi di Kabupaten Majalengka

Total uang tersebut, rinciannya sekitar Rp 650 juta dari korupsi PDSMU, Sedangkan Rp 200 juta dari salah satu mantan kepala desa

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Majalengka, Guntoro Janjang S 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Majalengka berhasil menyelamatkan uang negara senilai kurang lebih Rp 800 juta dari dua perkara yang di tangani sepanjang 2020 pada masa pandemi Covid-19.

Dua perkara itu, yakni korupsi di badan PDSMU dan mantan kepala desa.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Majalengka, Dede Sutisna melalui Kasi Pidsus, Guntoro Janjang S mengatakan pada hari anti korupsi ini, pihaknya berhasil mengkalkulasikan penyelamatan uang negara dari dua kasus tersebut.

Baca juga: Peserta Gelombang 11 Segera Habiskan Saldo Prakerja, Ini yang Akan Terjadi Jika Saldo Tidak Terpakai

Baca juga: Gantikan Pekerjaan Andre Taulany yang Sakit, Sule Malah Ingin Rekannya Jangan Cepat Kembali Syuting

Baca juga: Indra Bekti Menangis di Pelukan Nikita Mirzani, Mimpinya yang Terkendala Uang Bakal Diwujudkan Nyai

"Uang negara yang berhasil kita selamatkan kurang lebih Rp 800 juta. Itu berasal dari perkara korupsi PDSMU dan perkara korupsi mantan kepala desa," ujar Guntoro melalui pesan singkat, Rabu (9/12/2020).

Total uang tersebut, rinciannya sekitar Rp 650 juta dari korupsi PDSMU yang saat ini dititipkan di salah satu rekening bank.

Sementara, untuk kasusnya saat ini masih belum inkrah.

Sedangkan Rp 200 juta dari salah satu mantan kepala desa di Kabupaten Majalengka, bernama Wiwin R yang perkaranya sudah inkrah.

"Kalau perkara korupsi yang tengah masih berjalan dugaan korupsi PDSMU dan lanjutan dana CSR," ucapnya.

Mengenai kelanjutan kasus korupsi PDSMU, lanjut dia, saat ini tengah memasuki audit pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai total kerugian negara.

"Insya Allah tahun depan akan kita tingkatkan lagi pengungkapan kasus korupsi di Majalengka. Kalau saat ini salah satunya terkendala Pandemi Covid-19," jelas dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved