Breaking News:

Pilkada Pangandaran 2020

Hasil Pilkada Pangandaran 2020 Berdasar Quick Count Beda Tipis, Dua Pasangan Calon Klaim Kemenangan

Dua paslon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran antara Jeje Wiradinata-Ujang Endin Indrawan dan paslon Adang Hadari-Supratman saling klaim menang

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Hilman Kamaludin
Dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran antara Jeje Wiradinata-Ujang Endin Indrawan dan pasangan calon Adang Hadari-Supratman saling mengklaim kemenangan dari hasil hitung cepat atau quick count internal. Foto diambil saat KPU Pangandaran menggelar simulasi pemungutan suara. 

Bahkan, di TPS tempat Adang menyalurkan hak suaranya, pasangan Jeje-Ujang juga tetap unggul dengan jumlah suara 255, sementara pasangan Adang-Supratman hanya mendapat suara 138 suara.

Sebelumnya, Jeje memang optimis bakal menang dan bakal kembali menjadi Bupati Pangandaran, karena dirinya sebagai bupati petahana yang semua programnya sudah dirasakan betul oleh masyarakat.

"Insya Allah menang, saya kan petahana. Rakyat sudah menyaksikan dan merasakan betul apa yang dibangun di Kabupaten Pangandaran," kata Jeje.

Sementara Adang Hadari mengaku tidak memiliki target angka kemenangan pada pelaksanaan Pilkada 2020 ini.

Kendati demikian, dia optimis bakal menang dan Adang juga menginginkan masyarakat Pangandaran kembali bersatu setelah pelaksanaan Pilkada 2020 ini meskipun berbeda pilihan.

"Saya tidak punya target angka kemenangan, yang jelas saya optimis menang," ujarnya saat ditemui seusai menyalurkan hak suaranya.

LSI Terverifikasi

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran telah telah melakukan verifikasi lembaga survei yang mendaftar ke KPU untuk mengikuti perhitungan cepat (quick count) pada Pilkada Pangandaran 2020.

Sejauh ini, KPU Pangandaran hanya menerima satu lembaga survei untuk keperluan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran ini, yakni Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang sudah dipastikan terverifikasi.

Ketua KPU Pangandaran, Muhtadin mengatakan, terkait penerimaan lembaga survei ini, ketentuannya sudah tertuang di dalam Peraturan KPU (PKPU) nomor 8 tentang sosialisasi dan pendidikan pemilih.

Baca juga: Pernah Tugas di Kopassus, Terbaik Jasmani Dikreg Seskoad, Ini Riwayat Dandim 0615/Kuningan

Baca juga: Bintang Persib Bandung Ini Diincar Klub Luar Negeri, Persib Bandung Siap Lepas Asal Harga Memuaskan

Baca juga: Kabar Duka, Superhero Citarum Kolonel Is Priyadi Meninggal Dunia, Letjen Doni Monardo Kenang Jasanya

"Menyangkut lembaga survei ini harus didaftarkan di KPU. Hari ini KPU Pangandaran hanya menerima satu lembaga survei, yaitu dari Citra Komunikasi LSI," ujar Muhatdin saat ditemui di Pangandaran, Jumat (4/12/2020).

Muhtadin mengatakan, dalam penerimaan LSI sebagai satu-satunya lembaga survei untuk Pilkada Pangandaran ini sudah dilakukan verifikasi mengenai keabsahan izin, badan hukum, dan ketentuan administratif dalam pendaftaran lembaga survei.

"Setelah itu, akan diberikan sertifikat bahwa sudah terdaftar di KPU Pangandaran," kata Muhtadin.

Lembaga survei LSI itu, kata Muhtadin, sudah menyerahkan berkas permohonan untuk terdaftar di KPU Pangandaran pada 6 November 2020 yang lalu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved