Breaking News:

Pekerja Seni di Majalengka Harap Even Hajatan Kembali Diizinkan di Tengah PSBM

di era sulit sekarang ini dengan keterbatasan umur dan keadaan, mencari pekerjaan lain menjadi hal yang sangat sulit sekali.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Para petugas Bandara memainkan alat musik untuk menghibur para penumpang di BIJB beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka resmi memutuskan tetap melanjutkan program Pembatasan Sosial Berskala Mikro ( PSBM) selam 14 hari ke depan.

Hal itu diputuskan dari hasil rapat evaluasi PSBM yang dilakukan oleh unsur Forkopimda pada Senin (7/12/2020).

Masih terus bertambahnya kasus Covid-19 di Majalengka dipercaya menjadi alasan program tersebut terus berlanjut.

Baca juga: Bupati Karna Sobahi Sebut Penanganan Covid-19 di Majalengka Buruk, Ultimatum Para Kepala OPD

Baca juga: iPhone 12 Series Sudah Bisa Dipesan 11 Desember 2020 di iBox dan Digimap, Cek Daftar Harga Resminya

Baca juga: Sepasang Kekasih Kepergok Mesum di Dalam Mobil, Parkir di Dekat Danau, Si Wanita Masih di Bawah Umur

Keputusan dilanjutkannya masa PSBM ditanggapi serius oleh para pelaku seni.

Salah satunya datang dari pekerja seni asal Jalan Pemuda, Kelurahan Majalengka Kulon, Kabupaten Majalengka, Fanny Anggarismaya.

Mengetahui PSBM kembali diperpanjang, Fannya berharap kegiatan hiburan di even hajatan kembali diizinkan.

Pasalnya, dari situlah dirinya bisa mencari nafkah untuk keluarga.

"Awalnya kami berharap PSBM tidak diperpanjang. Namun mengetahui diperpanjang, para pekerja seni yang hidup dan mencari nafkah dari panggung hajatan, tentunya sangat berharap kegiatan hiburan di event hajatan kembali diizinkan, agar bisa menafkahi keluarga.

Agar keluarga kami bisa makan dan menjaga imun tubuh agar tetap sehat. Bukannya kami tidak empati pada pandemi Covid-19, dan tidak peduli dengan kondisi wabah saat ini. Tetapi kami juga butuh pekerjaan, kami juga butuh lahan mencari nafkah,” ujar Fanny, Selasa (8/12/2020).

Fanny menyampaikan, pekerja seni bukannya tidak berusaha mencari pekerjaan lain.

Akan tetapi, di era sulit sekarang ini dengan keterbatasan umur dan keadaan, mencari pekerjaan lain menjadi hal yang sangat sulit sekali.

“Harap dimaklumi dalam satu even hajatan ada berpuluh-puluh orang yang ternafkahi. Termasuk kami para pekerja seni panggung. Dengan adanya PSBM 14 hari kemarin, sangat berdampak sekali pada kehidupan sosial dan ekonomi keluarga kami. Apalagi kini diperpanjang,” ucapnya.

Oleh karena itu, ia sangat berharap dan memohon pertimbangan dari pemerintah daerah dalam hal ini Bupati dan Kapolres untuk memperhatikan keluhan ini.

Setidaknya, kembali mengizinkan even hiburan di acara hajatan.

"Kami akan mencoba mematuhi regulasi-regulasi protokol kesehatan di even hajatan. Kami berharap semoga pandemi Covid-19 ini cepat berakhir, biar kehidupan kembali normal seperti sedia kala," jelas dia. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved