Breaking News:

Honor KPPS di Ciranjang Dipotong untuk Kaus, Banyak yang Komplain karena Tak Sesuai Sampel

diketahui honor yang tak diterima utuh diperuntukkan untuk kaus. Namun karena kaus yang diterima dinilai tak sesuai besaran honor yang terpotong

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Ferri Amiril Mukminin
Warga Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur bergotong royong dengan KPPS membuat TPS di halaman sebuah sekolah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNCIREBON.COM, CIANJUR - Sejumlah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kecamatan Ciranjang mengeluh dengan honor untuk bertugas di TPS yang tak diterima utuh. Apalagi setelah mendapat kaus seragam untuk hari pencoblosan yang jauh dari harapan.

Belakangan diketahui honor yang tak diterima utuh diperuntukkan untuk kaus. Namun karena kaus yang diterima dinilai tak sesuai besaran honor yang terpotong maka KPPS mengeluh.

Rata-rata honor yang terpotong untuk KPPS sebesar Rp 46-50 ribu. Di Kecamatan Ciranjang terdapat 1.253 orang KPPS.

Baca juga: Minum Air Rendaman Bawang Putih Selama 10 Hari Khasiatnya Tak Terduga, Rasakan Ini Pada Tubuh Anda

Baca juga: Febri Hariyadi Tolak Tawaran Main di Klub Thailand, Ini Alasan Sayap Persib Bandung Itu Ogah ke Sana

Baca juga: BLT Karyawan Gelombang 2 Enggak Jadi Cair ke 148 Ribu Rekening, Kemnaker Menduga Ada Manipulasi

Baca juga: Sudah Rajin Pakai Masker Tapi Kasus Covid-19 Tinggi? Awas Virus Corona Bisa Nempel Benda-benda Ini

"Informasi awal semua KPPS dikumpulkan bahwa semuanya menerima anggaran pembuatan TPS honor dan ATK, terpotong Rp 50 ribu diganti kaus, namun kausnya tak layak ukurannya kecil dan kalau dinilai tak mungkin harganya Rp 50 ribu, banyak ibu yang berbadan besar mengeluh," ujar seorang KPPS yang enggan disebut namanya.

Ia mengatakan honor Ketua KPPS Rp 550 ribu terpotong Rp 50 ribu, untuk anggota KPPS honornya Rp 500 ribu terpotong Rp 50 ribu.

Ia menilai tak ada persetujuan terlebih dahulu dari para KPPS.

Setelah penelusuran di beberapa TPS, Tribun mencoba menelusuri di lokasi berbeda desa. Di PPS Ciranjang, Amir Saepulloh, selaku Ketua PPS mengatakan khusus Desa Ciranjang pihaknya tak memesan ataupun tak membeli kaus seragam tersebut.

Tapi, kata Amir, uang untuk KPPS Desa Ciranjang tetap terpotong Rp 50 ribu. Amir pun menjelaskan bahwa pihaknya akan mengonfirmasi kembali ke PPK.

"Dari pertama kami sudah menolak, kami tak memesan ataupun membeli. Lalu ada kesepakatan dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) uang akan diserahkan setelah pilkada. Terpenting saat ini penyelenggaraan pilkada berjalan lancar dulu," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved