Breaking News:

Pilkada Indramayu 2020

Cuaca Buruk Jadi Tantangan di Pilkada Indramayu 2020, KPU Antisipasi dengan Siapkan TPS Alternatif

Di Kabupaten Indramayu sendiri terdapat beberapa daerah yang rawan bencana, seperti di wilayah pesisir di Kecamatan Kandanghaur.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
KPU saat menggelar simulasi pemungutan suara dalam Pilkada Serentak 2020 di TPS 03 Kelurahan Karanganyar, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Sabtu (29/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Selain pandemi Covid-19, kondisi cuaca buruk yang terjadi dalam beberapa hari terakhir juga menjadi tantangan bagi pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Indramayu.

Hal tersebut disampaikan Komisioner KPU Kabupaten Indramayu, Pitrahari kepada Tribuncirebon.com, Selasa (8/12/2020).

Sebagai antisipasi, KPU Kabupaten Indramayu pun sudah berkoordinasi dengan panitia di tingkat PPK dan PPS untuk melakukan langkah antisipasi.

Baca juga: Putranya Tewas Ditembak Polisi saat Kawal Habib Rizieq Shihab, Ayah Korban: Anak Saya Mati Syahid

Baca juga: Masih Zona Merah Covid, MTQ ke-50 Tingkat Majalengka Tetap Digelar, Petugas Gabungan Amankan Acara

Baca juga: Ridwan Kamil Warning Habib Rizieq Shihab, Jangan Bawa Massa Saat Hadiri Pemanggilan di Polda Jabar

"Kami sudah koordinasikan khususnya PPK dan dilanjutkan ke PPS untuk dilakukan antisipasi jika ada lokasi TPS yang terancam oleh banjir," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Di Kabupaten Indramayu sendiri terdapat beberapa daerah yang rawan bencana, seperti di wilayah pesisir di Kecamatan Kandanghaur.

Di sana, sering terjadi banjir rob yang mengakibatkan ribuan rumah warga terendam hingga ketinggian puluhan centimeter.

"Seperti daerah pantai di Kecamatan Kandanghaur, selain terkena hujan juga ancaman rob ya, jadi kita instruksikan kepada PPK dan dilanjutkan ke PPS untuk dilakukan antisipasi dengan cara mencari tempat alternatif," ujar dia.

Tempat alternatif itu nantinya akan dijadikan lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) baru sebagai antisipasi bilamana bencana alam tersebut melanda.

Pitrahari mengatakan, dalam penentuan TPS alternatif itu, bisa dilakukan pada tempat terbuka atau tempat tertutup, dengan catatan harus memenuhi persyaratan.

"Tidak harus outdoor boleh indor juga, yang penting di situ persyaratannya terpenuhi, tidak harus semuanya di luar," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan agar masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang akan melanda dalam sepekan mendatang.

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Kertajati Majalengka, Ahmad Faa Iziyn mengatakan, cuaca buruk itu diprediksi mulai melanda dari tanggal 6-11 Desember 2020.

Hasil analisis terkini BMKG, menunjukkan bahwa terdapat potensi peningkatan pertumbuhan awan-awan hujan diatas wilayah Indonesia.

"Kecepatan angin maksimum bisa mencapai 32 Knot atau 59 km/jam," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved