Breaking News:

Satu Gedung di Pemkab Bandung Barat Ditutup Sementara, Setelah 14 ASN Terkonfirmasi Positif Covid 19

setelah adanya informasi tersebut, seluruh tugas kedinasan di gedung tersebut dilakukan di rumah atau work from home (WFH).

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa/www.bandungbaratkab.go.id
Perkantoran Kabupaten Bandung Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT - Satu gedung di Pemkab Bandung Barat terpaksa ditutup selama beberapa hari kedepan setelah adanya 14 ASN terkonfirmasi positif Covid 19.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bandung Barat, Asep Ilyas mengatakan, setelah adanya informasi tersebut, seluruh tugas kedinasan di gedung tersebut dilakukan di rumah atau work from home (WFH).

"Sebelumnya telah dilaksanakan tes swab pada 1 Desember lalu, dan hasilnya 14 orang ASN di Gedung B dinyatakan positif Covid-19. Sebagai upaya untuk memutus penyebaran, para pegawai sudah diinstuksikan melaksanakan pekerjaannya dari rumah dan akan masuk seperti biasa pada hari Kamis, 10 Desember 2020," kata Asep Ilyas.

Baca juga: Sukabumi Dilanda Bencana, Mulai Longsor, Pohon Tumbang Hingga Pergerakan Tanah, Tak Ada Korban Jiwa

Baca juga: Ridwan Kamil Warning Habib Rizieq Shihab, Jangan Bawa Massa Saat Hadiri Pemanggilan di Polda Jabar

Baca juga: Bacaan Doa Sholat Tahajud dan Niat Sholat Tahajud Lengkap dengan Bacaan Dzikirnya

Baca juga: Suami Sengaja Datang ke Salon Milik Istri, Temui Karyawan Cewek, Nyonya Datang, Pelakor Auto Disiksa

Ia mengatakan kondisi Bandung Barat yang masuk zona merah, sistem kerja bagi ASN disesuaikan dan paling maksimal hanya 50 persen.

"Kepala perangkat daerah beserta camat di wilayah memastikan agar penyesuaian sistem kerja yang dilakukan tetap produktif dan aman serta tidak mengganggu kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat, Hernawan Widjajanto membenarkan juga, sebanyak 14 ASN yang terpapar Covid-19 merupakan pegawai yang bekerja di BKPSDM.

"Iya seperti itu kondisinya, 14 ASN di BKPSDM positif, itu hasil swab test kemarin," ujarnya.

Hernawan mengatakan pihaknya juga belum bisa memastikan sumber penularan ASN yang positif tersebut.

"Belum ditemukan dari mana asal mulanya penularan. Karena kan orangnya banyak, perlu ditelusuri satu-persatu dan sekarang masih berproses," ujarnya.

Ia menambahkan, 14 ASN tersebut kini menjalani isolasi mandiri dan kondisinya tak mengalami gejala klinis.

"Semuanya tidak ada yang dirawat di rumah sakit, hanya isolasi di rumahnya masing-masing saja karena tidak bergejala," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved