Breaking News:

Kota Tasikmalaya Zona Merah, Warga Diminta Waspadai Penyebaran Corona Lewat Klaster Keluarga

Meski klaster pendidikan agama mendominasi, warga Kota Tasikmalaya tetap harus waspada karena klaster keluarga menduduki posisi kedua.

IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Status Kota Tasikmalaya menjadi zona merah (risiko tinggi) paparan Covid-19, salah satunya penyebabnya adalah munculnya klaster komplek pendidikan agama.

"Yang paling mendominasi adalah klaster pendidikan agama, sehingga dengan jumlah kasus Covid-19 yang meledak, menjadikan Kota Tasikmalaya berstatus zona merah," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, Senin (7/12).

Meski klaster pendidikan agama mendominasi, warga Kota Tasikmalaya tetap harus waspada karena klaster keluarga menduduki posisi kedua.

Baca juga: Rizky Billar Mesra dengan Wanita Lain Lesti Kejora Kesal Tak Mau Bahas: Ya Udah Sih

Baca juga: Ridwan Kamil Warning Habib Rizieq Shihab, Jangan Bawa Massa Saat Hadiri Pemanggilan di Polda Jabar

"Justru yang kami khawatirkan adalah mendominasinya klaster keluarga yang menduduki urutan kedua setelah klaster pendidikan agama," kata Uus.

Selain itu ada pula klaster tempat kebugaran, klaster kantor pemerintah serta klaster kantor swasta. 

"Awalnya klaster keluarga ini bersifat impor berasal dari luar daerah. Tapi saat ini sudah terjadi transmisi lokal," kata Uus.

Yakni pemaparan Covid-19 antar anggota keluarga. "Ini yang harus diwaspadai warga. Sifat penyebarannya tergolong cepat karena antar anhgota keluarga kerap terjadi kontak erat," ujar Uus.

Karena itu, jangan kendur melakukan protokol kesehatan yakni jaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan memakai sabun. (firman suryaman)

6 Daerah Zona Merah

Halaman
12
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved