Peneliti Minta Masyarakat Tak Merusak Lokasi Temuan Diduga Candi di Indramayu karena Hal Ini
Dedy S Musashi juga opmisi dengan penelitian tersebut bisa mengungkap sejarah baru di Kabupaten Indramayu
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu meminta masyarakat tidak melakukan aksi vandalisme atau perusakan di lokasi Diduga Cagar Budaya (ODCB).
Permintaan tersebut menyikapi dengan tengah dilakukannya ekskavasi terhadap struktur batu bata kuno yang diduga candi di Blok Dingkel, Desa Sambimaya, Kabupaten Indramayu sejak Jumat (4/11/2020) kemarin.
Ketua TACB Kabupaten Indramayu, Dedy S Musashi mengatakan, ekskavasi penyelamatan yang tengah dilakukan tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten ini masih berupa langkah awal untuk dilakukannya penelitian lebih lanjut kedepannya.
Baca juga: Batuan Kuno Diduga Candi di Indramayu Mulai Terungkap, Bata Merah Mirip Percandian Batujaya Karawang
Baca juga: Pemotor Gigit Telinga Kondektur Bus hingga Putus Lantaran Kesal Tak Bisa Nyalip, Ini Kronologinya
"Terima kasih kepada tim BPCB Banten yang telah melakukan ekskavasi penyelamatan terhadap situs diduga candi di Sambimaya. diharapkan ada penelitian lanjutan dari institusi terkait lainnya seperti Balai Arkeologi," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (6/12/2020).
Dedy S Musashi juga opmisi dengan penelitian tersebut bisa mengungkap sejarah baru di Kabupaten Indramayu.
Jika struktur batu bata kuno itu benar adalah candi, bukan tidak mungkin, disebutkan Dedy S Musashi, akan ada desa wisata baru di Kabupaten Indramayu yang bakal menjadi daya tarik wisatawan.
"Dan kalau benar itu candi Desa Sambimaya akan jadi satu-satunya desa yang ada di Ciayumajakuning yang memiliki candi," ujar dia.
Sementara itu, Ketua Tim Ekskavasi Penyelamatan Situs Dingkel, Soni Prasetiya Wibawa mengatakan, pihaknya akan melibatkan instansi terkait lainnya dalam mengungkap terkait dimensional dan sebaran batuan kuno tersebut.
Seperti diketahui, batu bata kuno itu memiliki ukuran raksasa, yakni panjang 35 centimeter, lebar 20 centimeter dan tebal 8-10 centimeter tersebut.

Bentuknya pun mirip dengan bata merah yang ada di komplek percandian Batujaya Kabupaten Karawang.
Ia juga meminta kepada pemerintah untuk dapat merawat dan melestarikan temuan ini guna dikembangkan di masa mendatang.
Termasuk dengan menunjuk satu orang juru pelihara lokasi tersebut.
"Dengan hasil kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi berkenaan dengan sejarah kebudayaan kabupaten Indramayu," jelasnya.
Mirip Candi Batujaya Karawang
Struktur batu bata kuno yang diduga candi di Kabupaten Indramayu mulai terungkap.
Dugaan candi tersebut ditemukan di Blok Dingkel, Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.
Berdasarkan hasil ekskavasi yang dilakukan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten bersama Balar Jawa Barat, TACB Indramayu berserta pemerintah daerah setempat, sementara ini tim berhasil menemukan adanya bata profil sebanyak 8 lapisan.
"Pada ekskavasi hari ketiga tim berhasil menemukan bata profil yang mengindikasikan bahwa itu bagian dari dinding di sisi selatan yang diduga sebagai struktur barat bangunan," ujar Ketua Tim Ekskavasi Penyelamatan Situs Dingkel, Soni Prasetiya Wibawa kepada Tribuncirebon.com, Minggu (6/12/2020).
Soni Prasetiya Wibawa menyampaikan, ukuran dan dimensi jenis yang berhasil ditemukan ini memang merupakan batuan kuno yang dibuat pada masa lalu.
Struktur dugaan candi di Desa Sambimaya bahkan mirip dengan bata merah yang ada di komplek percandian Batujaya Kabupaten Karawang.
Kendati demikian, pihaknya belum bisa menyimpulkan lebih lanjut soal fungsi dan asal usul dugaan candi tersebut.
"Ini baru penelitian awal dari sebuah Obyek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yang ditemukan di Indramayu," ujar dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, BPCB Banten mulai melakukan ekskavasi atau penelitian di lokasi ditemukannya dugaan candi tersebut pada Jumat (4/12/2020) kemarin.
Baca juga: Struktur Batuan Dugaan Candi Temuan Polisi dari Bisikan Sosok Biksu di Indramayu Mulai Diteliti
Baca juga: BPCB Banten dan Balar Jabar Ungkap Sejarah Dugaan Candi di Indramayu, Ada 4 Titik Fokus Penelitian
Di sana, banyak ditemui batu bata kuno berukuran jumbo diduga merupakan peninggalan zaman dahulu, yakni memiliki panjang 35 centimeter, lebar 20 centimeter dan tebal 8-10 centimeter.
Soni Prasetia Wibawa yang sekaligus Staf Unit Penyelamatan dan Pengamanan BPCB Banten mengatakan, struktur batuan ini menjadi temuan yang penting karena akan mengungkap sejarah di Kabupaten Indramayu.
"Eskavasi ini kita lakukan sampai tanggal 9 atau 10 Desember, tergantung temuan dan cuaca. Tapi secara administrasi kami sampai tanggal 11 Desember," ujar dia.