Breaking News:

Foto-foto Gaya Grace P Batubara Istri Mensos Juliari P Batubara yang Tersandung Kasus Suap Bansos

Intip gaya keseharian Grace P Batubara dalam beberapa kegiatannya mendampingi suami Mensos Juliari P Batubara.

TribunJabar.id/Firman Wijaksana
A, ayah yang mencuri HP untuk anaknya belajar daring menangis usai menerima bantuan laptop dari istri Menteri Sosial yang juga Penasihat Dharma Wanita Kemensos, Grace Juliari Batubara di rumahnya, Kampung Cilelang, Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Rabu (2/9/2020) 

TRIBUNCIREBON.COM - Iatri Mensos Juliari P Batubara yakni Grace Juliari Batubara ikut menjadi sorotan seusai Mensos ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Grace Juliari Batubara dinilai memiliki paras cantik dan memiliki jiwa sosial yang tinggi.

Grace Juliari Batubara kerap mendampingi suaminya dalam kegiatan Kementerian Sosial.

Grace beberapa kali tampak mengikuti kegiatan Kementerian Sosial RI bersama suaminya.

Intip gaya keseharian Grace Juliari Batubara dalam beberapa kegiatannya mendampingi suami Mensos Juliari P Batubara.

Sebelumnya Menteri Sosial Juliari P Batubara telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek 2020. Setelah kabar penetapan tersangka, keluarga Juliari P Batubara kini menjadi perhatian.

Diketahui, Menteri Sosial Juliari P Batubara; Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kemensos ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

Sementara dua unsur swasta yakni Ardian I. M. dan Harry Sidabukke dijerat sebagai tersangka pemberi suap.

"KPK menetapkan lima orang tersangka, sebagai penerima: JPB, MJS, AW. Sebagai Pemberi: AIM, HS," kata Ketua KPK Firli Bahuri.

Sebagai penerima, MJS dan AW disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara JPB disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan sebagai pemberi, AIM dan HS disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Halaman
1234
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved