Setelah Menikah, Pengantin Wanita Dilucuti Celananya untuk Cek Keperawanan, Langsung Marah & Nangis

Pengantin perempuan ini dilucuti langsung celananya untuk mengecek keperawanannya karena mereka curiga bahwa ia sudah tidak perawan lagi.

Istimewa
FOTO ILUSTRASI 

Perlu disebutkan bahwa menurut ayah tiri pengantin wanita, mempelai pria sebelumnya dihukum karena pemerkosaan, tetapi keluarga pengantin wanita baru mengetahui hal ini setelah pernikahan berlangsung.

Baca juga: 5 Nakes RSUD Arjawinangun Cirebon Alami Gejala Sesak Nafas hingga Harus Dirawat Intensif

Ayah tiri juga menambahkan bahwa keluarga mempelai pria menuntut agar keluarga mempelai wanita harus mengeluarkan 50 juta UZS (mata uang Uzbekistan) (setara dengan lebih dari 111 juta VND) untuk mendanai pernikahan.

Jumlah ini tidak sedikit dan keluarga gadis itu dalam kesulitan.

Ilustrasi pernikahan.
Ilustrasi pernikahan. (Pixabay)

Setelah keluarga pengantin wanita tidak dapat memberikan jumlah ini, keluarga mempelai pria memposting klip tersebut di jejaring sosial, untuk mencemarkan nama baik kehormatan mempelai wanita.

Menurut media lokal, keluarga pengantin wanita memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Baca juga: Pelayanan Dialihkan ke Rumah Sakit Lain Selama IGD RSUD Arjawinangun Cirebon Ditutup Sementara

Mereka mengecam pengantin pria dan keluarga pengantin pria, melecehkan pengantin wanita, dan menghina kehormatan keluarga pengantin wanita.

Setelah itu, polisi kota Urgench menangkap orang-orang yang terlibat dalam insiden tersebut untuk diselidiki.

Insiden ini masih dalam penyelesaian.

Sementara itu, di jejaring sosial Uzbekistan, banyak orang mengungkapkan kemarahan dan kekecewaan atas tindakan mempelai pria dan keluarganya.

Baca juga: Ini Komentar Kepala Dinkes Cirebon Setelah 5 Nakes Dinyatakan Positif Covid-19

Komunitas online mengatakan bahwa mempelai pria dulunya adalah pelanggar seks tetapi memaksa pengantin wanita untuk tetap perawan, yang terlalu tidak masuk akal.

Selain itu, banyak juga yang menilai tindakan ini hanya untuk memeras keluarga mempelai wanita.

Di masa lalu, pernikahan di Uzbekistan diatur sepenuhnya oleh orang tua.

Pernikahan dini bagi gadis-gadis muda, kawin, dan upacara keagamaan adalah bagian dari proses nikah-nikah.

Mengutip factsanddetails.com, keluarga anak laki-laki tersebut harus memberikan hadiah pertunangan kepada keluarga anak perempuan tersebut dan menanggung biaya pesta pernikahan.

Menurut adat istiadat tradisional Uzbek, adik perempuan tidak boleh menikah sampai kakak laki-lakinya menikah, dan adik laki-laki tidak boleh menikahi siapa pun sampai kakak perempuannya menikah.

Ilustrasi pernikahan
Ilustrasi pernikahan (Tribun Jateng)
Halaman
123
Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved