Breaking News:

Mendagri Tito Ingatkan Kepala Daerah Tak Biarkan Ada Kerumunan, 'Itu Membiarkan Warga Saling Bunuh'

saat ini era kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) sehingga acara-acara yang berpotensi menciptakan kerumunan harus dihindari.

(Tangkap layar Kompas TV)
Mendagri Tito Karnavian mengenakan masker dengan gambar wajahnya sendiri. 

TRIBUNCIREBON.COM - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta kepala daerah tidak membiarkan terjadinya kerumunan warga di wilayahnya. Sebab, rawan terjadi penularan Covid-19 dalam kerumunan

"Tolong untuk rekan-rekan kepala daerah dan Forkopimda jangan biarkan terjadi kerumunan yang tidak bisa menjaga jarak, yang bisa menimbulkan penularan, konsisten pada peraturan daerah yang sudah ada," ujar Tito saat meluncurkan Gerakan Sulawesi Utara Bermasker di Manado, Jumat (4/12/2020), dikutip dari siaran pers.

Menurut dia, prinsip penanganan Covid-19 selain dengan mengenakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan (3M) adalah menghindari kerumunan.

Baca juga: Iyut Bing Slamet Menangis Saat Diamankan Polisi, Sang Penyanyi Itu Positif Konsumsi Sabu-sabu

Baca juga: 6 Objek Wisata di Kuningan Ini Sempat Viral, Kini Bak Ditelan Bumi dan Sepi Pengunjung

Baca juga: Habib Rizieq dan Menantu Kembali Dipanggil Polisi Senin, 7 Desember, Soal Dugaan Pelanggaran Prokes

Apalagi, kata dia, saat ini era kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) sehingga acara-acara yang berpotensi menciptakan kerumunan harus dihindari.

Ketentuan untuk menggelar kampanye pada masa pandemi ini juga sudah diatur dalam peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

"Membiarkan kerumunan terjadi, sama saja kita membiarkan masyarakat saling membunuh, tetapi bukan dengan senjata, melainkan dengan menularkan virus berbahaya. Jangan biarkan, harus tegas, kalau tidak, (pandemi ini) tidak akan selesai,” ucap Tito.

Khusus kepada Pemerintah Provinsi Sulut, Tito juga meminta agar tetap menegakkan disiplin protokol kesehatan dibantu forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) dan menyosialisasikannya.

Selain itu, ia meminta agar acara-acara yang akan digelar di Sulut dilakukan sesuai protokol kesehatan, antara lain dihadiri maksimal 50 orang dan sisanya mengikuti secara virtual.

"Yang penting pesannya sampai, kalau protokol ini diikuti maka risiko 60-70 persen (tertular) akan menurun,” kata dia.

Penggunaan masker sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 juga harus ditekankan meskipun wilayah bersangkutan tidak termasuk zona merah, termasuk di Sulut.

“Meskipun angka (Covid-19) di Sulut dari berbagai indikator bukan zona merah, tetapi saya menganggap ini penting. Karena Sulut merupakan destinasi wisata nasional, selain Bali," kata Tito.

Selain di Sulut, kata dia, sebelumnya peluncuran gerakan yang sama juga telah dilakukan di Kepulauan Riau sebanyak 5 juta masker dan di Jawa Timur sebanyak 16 juta masker. Adapun di Sulut, gerakan bermasker diluncurkan dengan 11 juta masker.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mendagri: Biarkan Kerumunan Sama Saja Biarkan Masyarakat Saling Bunuh", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2020/12/04/17525861/mendagri-biarkan-kerumunan-sama-saja-biarkan-masyarakat-saling-bunuh.
Penulis : Deti Mega Purnamasari
Editor : Icha Rastika

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved