Breaking News:

Kasus Covid-19 di Majalengka Terus Melonjak, Ruang Isolasi Masih Minim Dikhawatirkan Tak Tertangani

Sementara, melihat jumlah saat ini sudah jelas tidak tertampung dengan lonjakan jumlah kasus yang cukup banyak.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Majalengka, Alimudin 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Kepala Dinas (Dinkes) Kabupaten Majalengka, Alimudin menyebutkan jika ketersediaan ruangan isolasi di dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) belum memadai terkait jumlahnya yang dinilai jauh dari kata ideal.

Alhasil, lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi hingga awal Desember ini dikhawatirkan tidak bisa tertangani karena minimnya jumlah ruangan yang ada.

“Jika jumlahnya masih belum bertambah sesuai dengan sebelumnya seiring ketetapan rumah sakit rujukan, maka data tersebut dinilai baru 6,3 persen. Padahal sesuai dengan regulasi baru Dirjen Pelayanan Kesehatan harus 30 persen. Artinya kita masih kekurangan 23,7 persen,” ujar Ali, Jumat (4/12/2020).

Baca juga: Dua Rumah Sakit Rujukan Pasien Covid-19 di Majalengka Upayakan Segera Tambah Ruang Isolasi

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, RSUD Majalengka Siapkan Ruang Isolasi Tambahan

Jumlah di dua rumah sakit itu, kata Alimudin, harusnya 136 tempat tidur.

Sementara, melihat jumlah saat ini sudah jelas tidak tertampung dengan lonjakan jumlah kasus yang cukup banyak.

Tentu, kedua rumah sakit harus mulai memikirkan seiring standar baru yang dikeluarkan Dirjen Pelayanan Kesehatan dalam memaksimalkan Rumah Sakit (RS).

Pihaknya, sudah menyarankan kepada kedua Direktur di RSUD guna mengimplementasikan sesuai dengan kebijakan baru tersebut.

Dinas Kesehatan (Dinkes) sudah mengirimkan surat resmi tertanggal 2 Desember 2020 kemarin nomor 440/042/Yankes ke dua Direktur RSUD perihal strategi penanganan peningkatan kasus pasien Covid-19.

Surat tersebut, menindaklanjuti Dirjen Pelayanan Kesehatan Nomor YR.03.03/III/4391/2020 tanggal 27 november 2020 perihal strategi penanganan peningkatan kasus Covid-19.

Pihaknya memperhatikan terkait peningkatan kasus yang signifikan di Provinsi Jawa Barat khususnya di kabupaten Majalengka.

“Kami sudah meminta kepada dua RSUD di Majalengka selain sebagai salah satu rumah sakit rujukan pasien Covid-19 juga agar melaksanakan sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-9,” jelas dia.

Baca juga: Dear Papa Teddy, Putri Delina Sering Lho Belikan Susu dan Popok untuk Bintang, Sule heran pada Teddy

Baca juga: Pantas Saja Tagihan Listrik Bengkak, Jangan-jangan Anda Sering Melakukan Hal Ini Tanpa Sadar ya?

Di samping itu, juga harus menambah kapasitas ruang isolasi dan ICU untuk pasien Covid-19 sesuai standar.

Minimalnya, 30 persen dari total tempat tidur yang ada di RS untuk pasien Covid-19.

Saat ini, kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU untuk pasien Covid-19 yang tersedia pada RSUD di Kabupaten Majalengka hanya sebanyak 36 tempat tidur, dengan rincian 21 tempat tidur RSUD Majalengka dan 15 RSUD Cideres.

Sedangkan, jumlah tempat tidur keseluruhan pada RSUD Majalengka 290 tempat tidur dan RSUD Cideres 283 tempat tidur.

Sementara, perhitungan standar minimal tempat tidur isolasi Covid-19 RSUD Majalengka perlu menyiapkan 87 tempat tidur isolasi, dan RSUD Cideres perlu menyiapkan 85 ruang isolasi.

“Jumlah dari hasil perhitungan tersebut yang harus dipenuhi oleh kedua RSUD di Kabupaten Majalengka (data bersumber dari aplikasi online RS),” tandasnya.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved