Breaking News:

Begini Tampilan Alun-alun Majalengka yang Masih Setengah Jadi, Mirip Alun-alun Bandung

Dengan tampilan dan nuansa terracota menjadikan ikonik alun-alun terasa menyegarkan untuk bersuka ria dan berolahraga bersama dengan keluarga.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Alun-alun Majalengka yang sudah tampak adanya lahan bernuansa hijau seperti Alun-alun Bandung 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- Layaknya Alun-alun Bandung yang memiliki rerumputan hijau yang enak dipandang, alun-alun Majalengka yang kini masih dalam tahap revitalisasi juga memiliki pemandangan serupa.

Meski belum sepenuhnya jadi, namun pemandangan bak lapangan bola sudah sangat terlihat di alun-alun yang berada di depan Kantor Bupati Majalengka ini.

Tentu, wajah baru alun-alun Majalengka kini terkesan lebih segar daripada sebelumnya.

Baca juga: Pilkada 2020, Rocky Gerung Minta Milenial Selamatkan Indramayu dari Pemimpin yang Berpotensi Korupsi

Dengan tampilan dan nuansa terracota menjadikan ikonik alun-alun terasa menyegarkan untuk bersuka ria dan berolahraga bersama dengan keluarga.

Pantauan Tribuncirebon.com, di bagian timur Masjid Al-Imam Majalengka bertengger dan membentang bangunan tribun atau paviliun plate yang dihiasi dengan tempelan bata orange kecokletan.

Setidaknya, ada 3-4 Tribun yang telah dibangun memberikan nuansa enerjik bagi masyarakat Majalengka yang ingin menikmati ruang publik tersebut.

Baca juga: Struktur Batuan Dugaan Candi Temuan Polisi dari Bisikan Sosok Biksu di Indramayu Mulai Diteliti

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Majalengka, H. Agus Tamim melalui Kabid Pembangunan PUTR Majalengka, Mamat Surahmat mengatakan akan ada beberapa fasilitas untuk menunjang ruang publik tersebut kian menarik.

Tentunya, selain dari hijaunya rerumputan sintetis.

"Nantinya akan ada ruang terbuka hijau, bangunan paviliun, dan air mancur," ujar Mamat, Jumat (4/12/2020).

Tidak hanya hamparan ruang terbuka hijau, jelas Mamat, di beberapa bangunan paviliun yang bertengger di sebalah timur Masjid Al-Imam juga akan ditunjang dengan bangunan food court berjumlah 5 bangunan.

Baca juga: Anak Menangis dan Berteriak Minta Ampun Saat Disiksa Ayah Tirinya, Seorang Ibu Memilih Berdamai

Seperti diketahui, proyek penataan alun-alun Majalengka ini dilaksanakan selama 135 hari kerja.

Revitalisasi alun-alun Majalengka ini ada tahap pertama anggarannya mencapai Rp 10,2 miliar.

Sedangkan, pada tahap kedua dianggarkan sebesar Rp 7,8 miliar.

Sebelumnya diberitakan, bahwa pembangunan infrastruktur di Kabupaten Majalengka diharapkan akan memacu  pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Majalengka, Agus Tamim saat dikonfirmasi, Sabtu (10/10/2020).
Menurut dia, kendati terkendala pandemi Covid-19, namun pembangunan infrastruktur di Kabupaten Majalengka tetap berjalan sesuai rencana.
Hal itu, sesuai petunjuk dan arahan Pemerintah Pusat, Pemprov Jawa Barat dan Bupati Majalengka.
"Kalau semua anggaran difokuskan di sektor kesehatan untuk penanganan Covid-19, roda perekonomian tidak berjalan. Nah, dengan berjalannya pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujar Agus.
Dikatakan Agus, berbagai pembangunan strategis di Majalengka ini bukan angan-angan, tapi kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi.
Sebab, hakikat pembangunan terus berjalan itu untuk menjaga produktivitas tetap aman. 
"Ya, sekarang sebagian besar anggaran untuk penanganan Covid-19, tapi bukan berarti pembangunan itu harus dihentikan, sebab ini untuk kebutuhan jangka panjang masyarakat," ucapnya.
Mengenai pembangunan di Majalengka yang akan dirampungkan pada tahun 2020 ini, sambung dia, ada sejumlah proyek yang masih dalam proses pengerjaan maupun sudah selesai.
Di antaranya, Pulau Lalu Lintas, GGM, Gedung DPRD, Gedung KPUD, Bapenda, Alun-alun, dua kantor kecamatan, PKK dan berbagai proyek lainnya.
Dari beberapa proyek yang sedang berjalan, pembangunan Gedung Dewan tercatat mendapat anggaran yang paling besar, yakni Rp 7,1 miliar.
Disusul Kecamatan Cigasong Rp 3,6 miliar, Kecamatan Kadipaten Rp 2,5 miliar, KPU Rp 4,35 miliar dan Bapenda Rp 4 Miliar.
"Namun, untuk pembayarannya dari pelaksanaan proyek pada tahun 2020 ini akan dibayar pada tahun 2021. Itu sesuai arahan pemerintah pusat dan disetujui oleh pemborong, karena tahun ini anggaran tersedot untuk penanganan COVID-19," jelas dia.
"Sejak bulan Januari 2020, sebelum ada Covid-19,  sudah ada kontrak dengan pihak ketiga. Ada yang dibatalkan, ada pula yang dilanjutkan namun pembayaran proyeknya pada 2021. Alhamdulilah, semua pihak ketiga mengerti dalam proses pembayarannya dan mereka mau untuk mengerjakan sejumlah proyek pada tahun ini, namun akan dibayar pada tahun 2021," sambung Agus.
Kadis pun berharap, seluruh proyek yang telah dicanangkan tersebut dapat berjalan meski terhambat adanya wabah Covid-19.
Sementara, alokasi anggaran pembangunan infrastruktur di Kabupaten Majalengka mengalami pemangkasan.
Pasalnya, anggaran Rp 500 miliar pada awal tahun 2020, kini hanya tersisa Rp 300 miliar dikarenakan refocusing akibat pandemi Covid-19. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved