Tiga Kampung di Cianjur Diterjang Longsor, Musala dan Rumah Rusak, Kerugian Rp 800 Juta
Di Kampung Cikaung, bencana tanah longsor dan pergeseran tanah mengakibatkan 35 rumah yang dihuni 104 jiwa dalam kondisi terancam.
TRIBUNCIREBON.COM, CIANJUR - Sebanyak tiga kampung di Cianjur Selatan tepatnya di Desa Sukabungah, Kecamatan Campakamulya, diterjang bencana tanah longsor.
Sebanyak 35 rumah terancam, sebuah pabrik beras, dan fasilitas lainnya mengalami kerusakan dengan taksiran kerugian Rp 800 juta.
Bencana longsor terjadi pada Rabu (2/12/2020) sekitar pukul 14.00 WIB saat turun hujan deras. Wilayah yang diterjang bencana berada di Kampung Cikaung RT 04/05, Kampung Walagar RT 03/05, dan Kampung Kereman RT 01/03.
Baca juga: Kisah Aniyah TKW Indramayu Hilang Kontak 8 Tahun di Luar Negeri, Keluarga Bingung Harus Cari Kemana
Baca juga: Download Lagu Allahul Kafi Versi Nissa Sabyan ft Fitriana, Lengkap dengan Video Klip dan Lirik Lagu
Baca juga: Danu Sofwan Pernah Buka-bukaan Dengan Jenita Janet Sebelum Menikah, Desta: Langsung Buka-bukaan?
Di Kampung Cikaung, bencana tanah longsor dan pergeseran tanah mengakibatkan 35 rumah yang dihuni 104 jiwa dalam kondisi terancam. Termasuk juga satu buah bangunan musala dan pabrik beras.
Longsor juga merusak, sawah sekitar 5 hektare.
Bencana tanah longsor juga terjadi di Kampung Walagar RT 03/05, tepatnya di salah satu rumah warga. Sedangkan di Kampung Kereman RT 001/003, infrastruktur jembatan kondisinya rusak berat karena terputus.
"Awalnya hujan deras yang mengguyur wilayah kami, pada Rabu siang. Dari hasil pendataan di lapangan, bencana berdampak terhadap permukiman warga dan beberapa fasilitas dan infrastruktur jembatan," kata Kepala Desa Sukabungah, Asep Juanda, melalui sambungan telepon, Kamis (3/12/2020).
Asep mengatakan dari kejadian bencana itu tidak ada korban jiwa ataupun luka. Kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun ke Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan.
"Nilai kerugian ditaksir mencapai Rp800 juta," kata Asep.
Penjabat sementara Bupati Cianjur, Dudi Sudrajat Abdurrachmin, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana hidrometeorologi bersamaan tingginya intensitas curah hujan akhir-akhir ini.
"Semua elemen harus siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Cianjur," katanya.(fam)