Breaking News:

Suami Pengangguran, Anak Disabilitas, Seorang Ibu Beranikan Diri Cegat Dedi Mulyadi, Akhirnya Begini

Saat kunjungan kerja di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, anggota DPR RI Dedi Mulyadi dicegat oleh seorang ibu

Istimewa
Dedi Mulyadi dan keluarga Herni 

TRIBUNCIREBON.COM - Saat kunjungan kerja di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, anggota DPR RI Dedi Mulyadi dicegat oleh seorang ibu yang tengah menggendong anaknya.

Seorang ibu yang belakangan diketahui bernama Herni itu meminta Dedi Mulyadi untuk datang ke rumahnya.

Saat berjalan kaki menuju ke rumahnya, Herni pun curhat ke Dedi Mulyadi tentang kondisi kehidupannya saat ini yang morat-marit.

Hal ini terutama karena suaminya sudah sembilan bulan ini menganggur, tak punya pekerjaan.

Sebelumnya sang suami bekerja sebagai sopir di Jakarta. Namun kini berhenti karena Surat Izin Mengemudi (SIM)-nya sudah habis.

Dan keluarga ini tak memiliki cukup uang untuk membuat SIM baru.

Selama sembilan bulan ini, suami Herni kerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Baca juga: Bupati Cirebon Positif Covid-19, Sejumlah Wartawan Jalani Swab Test

Dedi Mulyadi dan keluarga Herni
Dedi Mulyadi dan keluarga Herni (istimewa)

Pasangan suami istri ini memiliki dua anak. Anak pertamanya penyintas disabilitas, hingga kini masih belum bisa berbicara. Namun anak keduanya tumbuh normal.

Saat tiba di rumah Herni, Dedi Mulyadi lalu berbincang dengan suami Herni.

Sang suami tetap berkeinginan untuk menjadi sopir mobil rental di Jakarta.

Tanpa pikir panjang, terlebih sudah tahu masalah yang dialami keluarga ini, Dedi Mulyadi lalu menyerahkan sejumlah uang untuk biaya membuat SIM baru bagi suami Herni.

Mendapat bantuan seperti itu, pasangan suami istri ini pun langsung menangis terharu.

Video pertemuan antara Dedi Mulyadi dengan keluarga Herni ini kemudian diunggah ke akun media sosial dan channel youtube Kang Dedi Mulyadi dan mendapt respons positif dari warganet.

Dalam unggahannya Dedi Mulyadi pun menuliskan caption, 

"Problematika kehidupan rakyat kita sangat beragam dan membutuhkan cara penanganan yang tidak bisa disamaratakan. Keluwesan dan kelembutan sangat mereka butuhkan sebagai motivasi untuk menyelesaikan problem itu"

Baca juga: Guru SMA Meninggal Dunia Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Ciracap Sukabumi

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved