Breaking News:

Kecelakaan di Tol Cipali

Adu Argumen 2 Sopir Truk Tronton yang Terlibat Kecelakaan di Tol Cipali KM 78, Ngotot Bilang Begini

Sopir truk tronton mengatakan kecelakaan maut kemarin subuh bukan tabrakan beruntun.

TribunJabar.id/M Nandri Prilatama
Mitsubishi elf bernomor polisi G 1261 D menabrak truk tronton bernomor polisi R 1857 GC dan truk tronton lainnya bernomor polisi B 9010 UEJ di Tol Cipali Km 78, Senin (30/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNCIREBON.COM, PURWAKARTA - Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi pasca kecelakaan maut yang terjadi di Tol Cipali KM 78, Senin (30/11/2020). 

Kecelakaan ini melibatkan tiga kendaraan, di antaranya Elf dan dua truk tronton yang mengakibatkan 10 orang termasuk sopir Elf meninggal dunia.

Sedangkan dua sopir truk tronton selamat.

Darmawan (54) sopir truk tronton bernomor polisi B 9010 UEJ mengatakan sempat berhenti di lajur satu ruas Jalan Tol Cipali karena ada masalah dalam sistem pengereman.

Dia juga mengaku telah lakukan standar operasional saat terjadi keadaan darurat di jalan raya.

"Sebelum kecelakaan, rem mobil saya tiba-tiba anginnya bocor. Saya enggak bisa membawa mobil ke pinggir jalan karena remnya mengunci," kata Darmawan, Selasa (1/12/2020) di Mapolres Purwakarta. 

Darmawan mengaku mobilnya ini telah berhenti 10 menit sebelum kejadian.

Kata Darmawan, ia sempat memperbaiki selang rem, tapi kecelakaan maut itu terjadi begitu cepat.

"Saya sempat turun dari mobil. Tapi, sebelum turun menghidupkan dahulu lampu tanda darurat. Saya lihat berkeliling mobil selang angin bocor dan saat itu saya lagi mencoba memperbaikinya," ujarnya.

Darmawan pun menegaskan kecelakaan ini bukanlah tabrakan beruntun.

Namun, memang kendaraan yang dia kendarai telah berhenti dan ditabrak dari belakang oleh truk dan Elf.

Sementara itu, Suyatno (53) sopir truk tronton bernomor polisi R 1857 GC mengaku tak melihat ada rambu darurat pada kendaraan truk tronton yang ada di depannya, lantaran keterbatasan jarak pandang.

"Kondisi saat itu kan hujan jadi pandangan tak terlalu terang. Saya juga lihat di depan ada truk tronton berjarak 10-15 meter. Saya mengerem tak keburu jadi sempat menabrak truk di depan tapi tak terlalu kencang," katanya.

Suyatno mempertanyakan mengapa truk tronton yang mogok itu sopirnya tak berinisiatif untuk pengamanan, seperti memasang segitiga di belakang atau menyalakan lampu bahaya.

"Setelah saya menabrak truk tronton, tak berselang lama sekitar dua menit bus Elf menabrak kencang bagian belakang truk saya," ujarnya seraya mengaku saat itu ia masih di atas mobil.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved