Breaking News:

Pertamina dan BPBD Indramayu Rencanakan Pemasangan Pipa di Lokasi Semburan Gas Liar

Melalui pipa tersebut nantinya gas akan dialirkan ke ladang minyak milik PT Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
handhika Rahman/Tribuncirebon.com
Petugas saat mengecek lokasi semburan gas liar yang kembali muncul di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Senin (30/11/2020. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu merencanakan pemasangan pipa di lokasi semburan gas liar.

Melalui pipa tersebut nantinya gas akan dialirkan ke ladang minyak milik PT Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Caya mengatakan, di ladang minyak tersebut, dirinya menilai semburan gas liar bisa lebih bermanfaat.

Petugas saat mengecek semburan gas liar yang kembali muncul di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Senin (30/11/2020).
Petugas saat mengecek semburan gas liar yang kembali muncul di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Senin (30/11/2020). (handhika Rahman/Tribuncirebon.com)

"Hari ini kita rapat di Kecamatan Tukdana untuk minta persetujuan pemilik tanah rencana pemasangan pipa," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (1/12/2020).

Seperti diketahui, fenomena semburan gas liar ini meresahkan warga di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu karena kembali muncul pada Sabtu (28/11/2020) malam pukul 23.00 WIB.

Kondisinya bahkan semakin parah, gas yang masih masuk areal sumur bos bekas zaman Belanda itu menyembur ke atas dan menimbulkan bunyi bising yang keras.

Warga khawatir, semburan gas tersebut sewaktu-waktu akan meledak dan menimbulkan bencana baru, seperti lumpur lapindo.

Dalam hal ini, Caya berharap, rencana pemasangan pipa tersebut dapat disetujui oleh masyarakat setempat sehingga fenomena semburan gas liar di Desa Sukaperna bisa segera ditangani.

Terlebih, semburan gas liar ini bukan kali pertama terjadi.

Diketahui, semburan gas liar tersebut sebelumnya juga terjadi pada tahun 2015, 2017, dan terakhir di tahun 2020.

Baca juga: Semburan Gas Liar di Indramayu yang Muncul Kembali Berpotensi Besar Terjadi Kebakaran

Baca juga: Calon Pengantin Tewas Minum Racun Sehari Sebelum Menikah, Calon Suami Hilang Tak Hadiri Pemakaman

Pada tahun 2020, semburan gas liar bahkan terjadi dua kali, sebelumnya semburan tersebut sudah berhenti dan dilakukan perbaikan pada Rabu (25/11/2020).

Namun, hanya berselang beberapa hari semburan itu kembali muncul, kondisinya pun semakin parah.

"Dengan rencana ini semoga bisa bermanfaat di ladang minyak milik PT Pertamina EP Asset 3 Jatibatang Field, apalagi lokasinya tidak terlalu jauh dengan lokasi semburan gas," ucap dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved