Breaking News:

Virus Corona Bandung

Hati-hati Kota Bandung Jadi Zona Merah Lagi, Sejumlah Aturan Kembali Diperketat, Cek Selengkapnya

Sementara pasien positif aktifnya mencapai 759 orang, jumlah tersebut bertambah 106 orang dari hari sebelumnya.

Editor: Mumu Mujahidin
Freepik
Ilustrasi Covid-19 Kota Bandung Kembali Jadi Zona Merah 

Kemudian dari hasil penelitian periode 23-29 November, diumumkanlah sebanyak empat kabupaten dan dua kota di Jawa Barat dinyatakan menjadi zona merah atau kawasan berisiko penyebaran Covid-19 di Jawa Barat.

Daerah tersebut adalah Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Banjar, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Purwakarta.

Pada periode terbaru ini, hanya dua daerah yang masuk zona kuning atau risiko rendah penularan Covid-19, yakni Kabupaten Cianjur dan Pangandaran. Sedangkan sisanya, 19 kabupaten dan kota lainnya masuk zona oranye atau potensi sedang penyebaran Covid-19.

Waspadai Klaster Pilkada

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengawasi ketat tiga daerah zona merah atau kawasan risiko tinggi penyebaran COVID-19, yang sebentar lagi akan melakukan pemungutan suara pada Pilkada Serentak 2020. 

Diketahui, dari delapan daerah yang menggelar pilkada serentak, tiga termasuk zona merah COVID-19. Ketiga daerah itu yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Karawang. Ketiga daerah saat ini sedang menjalani tahapan kampanye dan pada 9 Desember mendatang akan memasuki masa pemungutan suara.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan klaster pilkada serentak berpotensi muncul jika tidak ada upaya pencegahan dan antisipasi. Salah satu hal yang dipertimbangkan adalah tes bagi  pemilih yang akan datang ke tempat pemungutan suara.

"Tentang daerah yang akan melakukan pilkada, karena dikhawatirkan ada klaster baru, ada masukan agar ada tes bagi mereka yang ingin mencoblos," ujar Kang Uu melalui ponsel, Selasa (1/12).

Tes bagi pemilih ini, katanya, perlu dipertimbangkan terlebih dahulu bagaimana teknis, metode, serta target dan keterjangkauan. Apakah tes dilakukan dengan cara RDT atau uji usap atau swab. Kemudian apakah dilakukan sebelum atau setelah mencoblos, atau di kedua kesempatan itu.

Termasuk yang harus diperhitungkan, apakah tes akan berlaku bagi pemilih dari segala umur, atau hanya menyasar usia rentan di atas 40 tahun atau yang diketahui memiliki penyakit penyerta.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved