Breaking News:

Gunung Semeru Muntahkan Awan Panas Meluncur 11 Km ke Tenggara, Warga Diminta Jauhi Kawah Radius 1 Km

Gunung Semeru di Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur, meletus dan menimbulkan awan panas yang meluncur sejauh 11 km ke arah Besok Kobokan

Istimewa
Gunung Semeru luncurkan awan panas, Selasa 1 Desember 2020 dini hari. 

TRIBUNCIREBON.COM - Gunung Semeru di Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur, meletus dan menimbulkan awan panas yang meluncur sejauh 11 km ke arah Besok Kobokan di sektor tenggara , Selasa 1 Desember 2020 sekitar pukul 01.23 WIB.

Rilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi, beberapa saat lalu, meminta warga untuk waspada dan menjauh hingga radius 1 km dari kawah puncak Gunung Semeru dan radius 4 km di arah tenggara kawah.

Walau menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik, PVMBG masih menetapkan status Level II atau Waspada.

Baca juga: Harga Hp Vivo Terbaru Desember 2020, Mulai Rp 1 Jutaan, Vivo Y11, Y12, V15, V17, X50 dan V20 SE

Baca juga: Tukak Lambung Bisa Sebabkan Maag dan Nyeri Ulu Hati, Kenali Gejala-gejalanya Sebelum Semakin Parah

Baca juga: Sebelum Meninggal Dunia, Soeharto Sempat Shalat Tahajud Dulu, Setelahnya Bilang Mau Menyusul Tien

Baca juga: Habib Bahar Bin Smith Bakal Duduk di Kursi Pesakitan Lagi, Kini Gara-gara Aniaya Sopir Taksi Online

Dijelaskan dalam rilis yang diunggah di situs https://vsi.esdm.go.id, jumlah dan jenis gempa yang terekam selama 1 Oktober hingga 30 November 2020 didominasi oleh Gempa Letusan dengan rata-rata 40 kejadian per hari.

Pada 20 November 2020 jumlah Gempa Letusan cenderung menurun, dan terjadi kenaikan pada jumlah Gempa Guguran. Gempa Hembusan terjadi rata-rata 10 kejadian per hari, sedangkan gempa-gempa vulkanik (Gempa Vulkanik Dalam, Vulkanik Dangkal, dan Tremor) terekam dengan jumlah sangat rendah.

Pemantauan visual selama 1 Oktober hingga 30 November 2020 gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50-500 meter dari puncak.

Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah utara, timur laut, timur, selatan, barat daya dan barat. Suhu udara sekitar 19-32°C. Erupsi terjadi menerus, menghasilkan kolom erupsi berwarna kelabu dengan tinggi maksimum 500 m dari atas kawah/puncak.

Guguran batuan dari arah puncak terjadi tidak menerus sejak 19 Oktober 2020. Pada 28 November terjadi kenaikan jumlah guguran secara signifikan diikuti oleh kejadian awan panas guguran yang berasal dari ujung lidah lava dengan jarak luncur maksimum 1 Km ke sektor tenggara lereng.

Pada 1 Desember 2020 mulai pkl. 01.23 WIB, teramati awan panas guguran dari kubah puncak, dengan jarak luncur 2 hingga 11 Km ke arah Besok Kobokan di sektor tenggara dari puncak G. Semeru.

Pengamatan visual menunjukkan adanya kenaikan jumlah gempa guguran dan beberapa kali awan panas guguran.

Halaman
1234
Penulis: Machmud Mubarok
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved