Breaking News:

Gubernur Jabar Imbau Wisatawan Jangan Dulu Kunjungi Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat

Hal ini disebabkan dua daerah favorit kunjungan wisata tersebut sedang berstatus zona merah atau kawasan risiko tinggi penyebaran Covid-19.

Humas
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau para wisatawan untuk sebaiknya tidak berkunjung dahulu pekan ini ke Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

Hal ini disebabkan dua daerah favorit kunjungan wisata tersebut sedang berstatus zona merah atau kawasan risiko tinggi penyebaran Covid-19.

"Para wisatawan sebaiknya tidak berkunjung dahulu minggu ini ke Kota Bandung dan Kab Bandung Barat. Dikarenakan sedang berstatus Zona Merah. Dua daerah ini sedang bebenah dalam pengendalian Covid pascalibur panjang kemarin," kata gubernur yang akrab disapa Emil ini melalui akun instagramnya, Selasa (1/12).

Baca juga: Kapolda Jabar Minta Pasangan Cabup-Cawabup Bisa Kendalikan Massa Pendukung Serta Bersikap Legowo

Emil pun meminta warga Kota Bandung dan KBB supaya mengurangi pergerakan di luar rumah yang tidak terlalu diperlukan.

"Warga Bandung dan KBB juga diminta mengurangi pergerakan dan kumpul-kumpul yang tidak perlu," katanya.

Emil mengatakan masyarakat di Kabupaten Karawang dan Indramayu pun harus waspada karena daerahnya juga masuk zona merah. Apalagi, katanya, beberapa hari lagi dua daerah tersebut akan menggelar pilkada.

Baca juga: Korban Kecelakaan Beruntun di Tanjungsari Bertambah Jadi Dua Orang, Sempat Dirawat di RSUD Sumedang

"Dua daerah yang akan Pilkada yaitu Indramayu dan Karawang juga harus Siaga 1 menjelang pencoblosan minggu depan karena berada di zona merah," tuturnya.

Sebaliknya, katanya, pertama kali Wilayah Bodebek tidak ada yang berstatus zona merah. Padahal beberapa waktu lalu, di antara kawasan ini selalu ada yang berstatus zona merah.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak empat kabupaten dan dua kota di Jawa Barat dinyatakan menjadi zona merah atau kawasan berisiko tinggi penyebaran Covid-19 di Jawa Barat.

Daerah tersebut adalah Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Banjar, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Purwakarta.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah Provinsi Jawa Barat, Daud Achmad, mengatakan hal tersebut berdasarkan evaluasi mingguan zona risiko penyebaran Covid-19 di Jawa Barat terbaru, hasil penelitian pada periode 23-29 November 2020.

Baca juga: Konsumsi Telur Rebus Sebelum Tidur Khasiatnya Dahsyat, Bakar Kalori Hingga Gula Darah Terkontrol

Daud mengatakan sebelumnya saat rapat di Mapolda Jabar, Senin (30/11), keterangan zonasi risiko terbaru tersebut belum dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19 nasional melalui aplikasi Bersatu Lawan Covid-19 (BLC).

"Ya benar, itu data periode 23-29 November. Rilis BLC-nya baru keluar setelah Rapat di Mapolda Jabar kemarin. Sementara periode 16-22 November, tidak ada rilis dari BLC," kata Daud di Bandung, Selasa (1/12).

Sebelumnya diumumkan, kawasan yang masuk zona merah pada periode 9-15 November masih di tujuh daerah, yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kota Bekasi, dan Kota Cimahi.

Kemudian dari hasil penelitian periode 23-29 November, diumumkanlah sebanyak empat kabupaten dan dua kota di Jawa Barat dinyatakan menjadi zona merah atau kawasan berisiko penyebaran Covid-19 di Jawa Barat.

Daerah tersebut adalah Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Banjar, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Purwakarta.

Pada periode terbaru ini, hanya dua daerah yang masuk zona kuning atau risiko rendah penularan Covid-19, yakni Kabupaten Cianjur dan Pangandaran.

Sedangkan sisanya, 19 kabupaten dan kota lainnya masuk zona oranye atau potensi sedang penyebaran Covid-19.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved