Breaking News:

Semburan Gas Liar Makin Parah

Gara-gara Semburan Gas Liar Petani di Desa Sukaperna Indramayu Terancam Tak Bisa Tanam Padi

Pantauan Tribuncirebon.com, tanaman sekitar lokasi semburan gas, seperti pohon dan tanaman pisang hampir menyeluruh mati terkena dampak.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
handhika Rahman/Tribuncirebon.com
Petugas saat mengecek lokasi semburan gas liar yang kembali muncul di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Senin (30/11/2020. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Petani di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu terancam gagal memulai musim tanam akibat adanya fenomena semburan gas liar.

Semburan gas liar yang masih masuk areal sumur gas bekas pemerintah Belanda itu lokasinya tepat ditengah persawahan.

Kondisinya semakin parah, semburan gas itu menyembur ke atas disertai lumpur dan mengeluarkan suara bising yang keras.

Salah seorang petani, Dana (54) mengatakan, padahal pada awal Desember 2020 besok, para petani harus sudah memulai musim tanam padi.

"Desember padahal sudah masuk musim tanam tapi kondisinya begini," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di lokasi kejadian, Senin (30/11/2020).

Dana mengatakan, jika memaksa memulai musim tanam, para petani takut merugi karena rusaknya tanaman akibat semburan gas.

Terlebih, lokasi lahan sawah miliknya hanya berjarak beberapa meter saja dari titik lokasi.

Pantauan Tribuncirebon.com, tanaman sekitar lokasi semburan gas, seperti pohon dan tanaman pisang hampir menyeluruh mati terkena dampak.

Lumpur yang ikut tersembur dari pusat semburan juga berceceran kemana-mana.

Semburan gas ini padahal sebelumnya sempat berhenti dan dibenahi oleh Pihak PT Pertamina dengan pemasangan pipa pada Rabu (25/11/2020) kemarin.

"Saat semburan yang pertama, petani tidak terlalu terdampak karena kejadiannya setelah masa panen," ujar dia.

Dana berharap, bencana tersebut bisa segera diatasi oleh semua pihak terkait, agar para petani dan warga setempat tidak merasa takut dan khawatir.

"Harus cepat dibenahi, kita juga bingung mau mulai musim tanam gimana. Kalau memaksa juga takut rugi," ujar dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved