Breaking News:

Keluarga Ungkap Penyebab TKW Indramayu yang Depresi di Taiwan, Masalah Ekonomi hingga Rumah Tangga

penyebab depresinya Caskewi karena merasa tertekan harus memunuhi kebutuhan keluarganya saat itu.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
handhika Rahman/Tribuncirebon.com
Wartana (47) ayah Caskewi, TKW asal Ibdramayu yang alami depresi di Taiwan saat menunjukkan foto anakna di kediamannya di Desa Jayalaksana, Kedokanbunder, Indramayu, Minggu (29/11/2020). 

Terutama pihak Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang memberangkatkan, dengan tegas, Sirojudin meminta agar perusahaan itu bertanggungjawab.

Baca juga: Keluarga TKW Indramayu yang Depresi di Taiwan Curhat ke Cabup Nina Agustina: Sedih

Baca juga: Jenis-jenis Melanoma, Kanker Kulit yang Jarang Terjadi Tapi Sangat Berbahaya Berawal dari Tahi Lalat

Lanjut dia, DPRD Kabupaten Indramayu pun tidak segan melakukan pemanggilan terhadap perusahaan melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu.

"Mereka harus bertanggungjawab dong, orang lagi susah kok dimintain duit, besar lagi. Saya akan kawal terus kasus ini," ujar dia.

Tak Bisa Makan dan Tidur

Ayah Caskewi, Pekerja Migran Indonesia (PMI)/ TKW asal Indramayu mengaku sedih dan tidak tega melihat kondisi anaknya yang mengalami depresi parah di Taiwan.

"Gak tega, di Taiwan anak saya malah mengalami seperti itu, orang tua gak tega, sedih," ujar ayah Caskewi, Wartana  (47) saat ditemui Tribuncirebon.com di kediamannya di Desa Jayalaksana, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu, Minggu (29/11/2020).

Wartatana menceritakan, awalnya tahu kondisi Caskewi dari keponakannya.

Baca juga: DPRD Indramayu Geram, Calo Minta Duit Rp 15 Juta ke Keluarga TKW yang Alami Depresi di Taiwan

Baca juga: Keluarga TKW Indramayu yang Depresi di Taiwan Curhat ke Cabup Nina Agustina: Sedih

Saat itu, ia ditunjukan video kondisi Caskewi yang viral di media sosial.
Beredarnya video tersebut diketahui juga membuat banyak netizen menangis.

Pasalnya, dalam video berdurasi 0:41 detik itu, kondisi Caskewi sangat memprihatinkan.

Awalnya, ia diberi sepotong roti oleh seseorang yang diduga perawat rumah sakit.

Seseorang itu lalu membantunya membuka bungkus roti agar lebih mudah dimakan.

Namun, sebelum memakannya, TKW itu justru mengangkat tinggi-tinggi roti itu dan menengadah ke atas.

"Allah aku makan ya," ujar dia dengan suara serak lemah menyedihkan.

Wartana ingin anaknya tersebut bisa dipulangkan saja ke tanah air. Ia meminta tolong kepada semua pihak untuk bisa membantu pemulangan Caskewi.

"Sedihnya gak bisa makan, gak bisa tidur, keingetan anak terus. Ini anak pertama, orang tua sih inginnya pulang saja," ujar dia.

Di Kabupaten Indramayu, Caskewi masih memiliki ayah kandung dan satu orang adik.

Sedangkan ibunya sudah lama meninggal dunia, sejak Caskewi masih duduk di bangku kelas 2 SD.

Caskewi juga sudah menikah dan memiliki satu orang anak bernama Yanto (4).

Baca juga: Kisah Tukang Cilok dan Tukang Bakso yang Ternyata Intel Polisi Andalan, Warga Tertipu Penampilannya

Baca juga: Gadis Usia 14 Tahun di Tasikmalaya Dirudapaksa 10 Pria, Semua Pelaku Pakai Modus Sama Selama Setahun

Namun, hubungan rumah tangga mereka kini sudah retak, keluarga kecil itu berpisah karena faktor ekonomi.

"Anaknya diasuh sama bapaknya (mantan suami Caskewi), habis cerai dia berangkat lagi ke Taiwan," ujar Wartana.

Calo Minta Duit Rp 15 Juta

Permasalahan yang menimpa Caskewi (28), Pekerja Migran Indonesia (PMI)/TKW yang viral di media sosial membuat DPRD Kabupaten Indramayu geram.

MPasalnya, pihak sponsor atau calo meminta sejumlah uang sebesar Rp 15 juta jika ingin Caskewi dipulangkan ke tanah air.

Caskewi sendiri di Taiwan diketahui mengalami depresi parah. Videonya pun viral dan membuat banyak netizen menangis.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Sirojudin, Sabtu (28/11/2020).
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Sirojudin, Sabtu (28/11/2020). (Tribuncirebon.com/ Handhika Rahman)

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Sirojudin mengatakan, tindakan calo yang meminta uang kepada pihak keluarga sangat tidak dibenarkan.

"Saya barusan dengar dari orang tuanya bahwa dari perusahaannya kalau ingin dipulangkan diminta uang Rp 15 juta. Saya bilang ke mereka jangankan Rp 15 juta, sepeser pun jangan keluar," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di kediaman orang tua Caskewi di Desa Jayalaksana, Kecamatan Kedokanbunder, Sabtu (28/11/2020).

Sirojudin mengatakan, dirinya atas nama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu dengan tegas meminta pihak perusahaan bertanggungjawab.

Bila perlu, lanjut Sirojudin, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap perusahaan yang bersangkutan melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu.

"Mereka harus bertanggungjawab dong, orang lagi susah kok dimintain duit, besar lagi. Saya akan kawal terus kasus ini," ujar dia.

Kabupaten Indramayu sendiri menjadi salah satu daerah pemasok PMI terbesar di Indonesia. Devisa yang masuk ke kas negara pun cukup besar.

Baca juga: Keluarga TKW Indramayu yang Depresi di Taiwan Curhat ke Cabup Nina Agustina: Sedih

Baca juga: Kejamnya Majikan di Malaysia, TKW Asal Cirebon Ini Babak Belur, Disiksa Secara Brutal, Urusan Sepele

Oleh karena itu, ketika ada PMI yang mendapat masalah, pemerintah harus hadir bertanggungjawab.

Mulai dari pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat. Terutama, disampaikan Sirojudin, Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang bersangkutan.

"Untuk itu saya minta atas nama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu dari Fraksi PDI Perjuangan, mohon terkait kasus ini semua pihak harus bertanggung jawab," ujar dia.

Sirojudin yang sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan mengatakan, sekarang ini DPRD Kabupaten Indramayu juga tengah berusaha membuat peraturan daerah (Perda).

Perda tersebut akan membahas soal jaminan yang dapat memberikan perlindungan lebih kepada para PMI atau TKW.

"Tapi kita belum selesai, namun sementara ada undang-undang PMI," ujar dia.

Baca juga: Kisah Tukang Cilok dan Tukang Bakso yang Ternyata Intel Polisi Andalan, Warga Tertipu Penampilannya

Baca juga: Gadis Usia 14 Tahun di Tasikmalaya Dirudapaksa 10 Pria, Semua Pelaku Pakai Modus Sama Selama Setahun

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved