Breaking News:

Jumlah Kasus Covid-19 di Kuningan Meningkat, KBM Dilakukan Secara Daring

Jumlah peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kuningan membuat Pemerintah Daerah Kuningan menghentikan proses KBM

Freepik
Ilustrasi Covid-19 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Jumlah peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kuningan membuat Pemerintah Daerah Kuningan menghentikan proses Simulasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap Muka.

“Lembaga pendidikan penyelenggara pembelajaran mulai tingkat Taman Kanak-Kanak hingga SMP. Sementara untuk tingkat SMA pun akan berlaku kebijakan yang sama meski berada dalam kewenangan Pemprov Jabar,” kata Kepala BPBD Kuningan, Indra Bayu kepada awak media, Minggu (29/11/2020).

Melihat angka kasus yang mengalami cenderung naik, sangat dimungkinkan agenda Ujian Tengah Semester (UTS) di beberapa jenjang pendidikan, dilakukan secara Daring.

Baca juga: Tanaman Aglonema Banyak Diminati di Kuningan, Omzet Akhir Pekan Bisa Capai Jutaan Rupiah

Baca juga: Kumpulan Bukti Kuat dalam Video Syur Mirip Gisel Ini Bisa Buat Mantan Istri Gading Marten Dipenjara

“Teknis soal ujian semester tidak tahu, hanya informasi bawa orangtua murid hanya boleh mengambil soal UTS dan pengerjaan soal dilakukan di rumah masing-masing,” katanya.

Indra mengatakan pertimbangan penghentian proses KBM Tatap Muka semata untuk keamanan peserta didik terhadap risiko penyebaran Covid-19 yang kasusnya mengalami kenaikan.

Terpisah Juru Bicara Satgas Covid-19 Kuningan, Agus Mauludin menyebutkan bahwa data kasus covid 19 terkonfirmasi positif hingga sekarang (Minggu, 29/11/2020).

“ Untuk kasus terkonfirmasi total ada sebanyak 1213 orang dengan jumlah discarded ada 905 orang dan masih karantina ada 290 orang,” kata Agus seraya menambahkan bahwa kasus terkonfirmasi positif covid-19 tadi di dominasi dari jenis kelamin Laki-Laki ada 775 orang dan Perempuan sebanyak 438 orang.

Kemudian mengenai kasus kontak erat itu total  sebanyak 1123 orang, dengan jumlah discarded ada 1123 orang.

“Dan yang masih melakukan karantina itu nihil, namun dalam kasus kontak erat dari Laki-laki ada sebanyak 610 orang dan Perempuan ada 513 orang,” katanya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved