Breaking News:

Luhut Panjaitan Minta Pemeriksaan Edhy Prabowo di KPK Tak Berlebihan, Ketua KPK Menjawab Begini

Luhut memuji sikap Edhy Prabowo yang mengambil langkah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri KP setelah ditetapkan KPK sebagai tersangka.

Editor: Machmud Mubarok
Kolase/Tribunnews.com
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan (kiri) dan Ketua KPK, Firli Bahuri. 

Ada juga yang mengaku senang melihat Edhy minta maaf tanpa senyum-senyum di depan kamera. 

Selain itu, ada juga netizen yang mengungkapkan bahwa baru kali ini melihat pejabat yang tertangkap OTT oleh KPK berani menyatakan seperti Edhy Prabowo

Baca juga: Dibantu Menlu Retno Marsudi, Timnas U-19 Kemungkinan Besar Gelar TC di Spanyol    

Bukan cuma itu, bahkan ada yang mengaku sampai merinding mendengar cara Edhy Prabowo mengutarakan maaf. 

Selain itu, ada pula yang salut lantaran tak semua orang bisa mengakui kesalahan seperti Edhy Prabowo di depan publik. 

Berikutnya bahkan ada netizen yang mengambil kesimpulan bahwa manusia tidak pernah luput dari kesalahan, sebab manusia tidak sempurna.

KPK Menjawab

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Firli Bahuri menegaskan, KPK tidak melakukan pemeriksaan secara berlebihan dalam menangani sebuah perkara korupsi.

Hal itu disampaikan Firli saat dimintai tanggapan atas pernyataan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang meminta KPK tidak berlebihan dalam memeriksa Edhy Prabowo.

"Saya tidak ingin langsung merespons tentang pendapat orang, tetapi yang pasti adalah, pemeriksaan tidak ada istilah berlebihan," kata Firli dalam konferensi pers, Sabtu (28/11/2020).

Firli menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan KPK bertujuan untuk mengungkap keterangan yang sebenar-benarnya dari orang periksa.

Menurut Firli, yang terpenting dari pemeriksaan, adalah sejauh mana keterangan yang disampaikan sesuai dengan keterangan saksi-saksi lain.

"Kita tidak bisa apakah pemeriksaan itu cukup satu jam, apa cukup dua jam, apakah cukup tiga jam, bukan itu," ujar Firli.

Firli melanjutkan, pemeriksaan yang dilakukan KPK juga dilakukan secara transparan, profesional, dan akuntabel. Sebab, hasil kerja penyidik nantinya akan diuji oleh jaksa penuntut umum.

"Apakah berkas perkara lengkap atau tidak lengkap. Selanjutnya, diuji kembali di dalam pemeriksaan peradilan jadi saya kira itu yang ingin saya sampaikan, tidak ada yang berlebihan," kata Firli.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tanggapi Ucapan Luhut, KPK Sebut Tak Ada Istilah Pemeriksaan Berlebihan ", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2020/11/28/15043451/tanggapi-ucapan-luhut-kpk-sebut-tak-ada-istilah-pemeriksaan-berlebihan.
Penulis : Ardito Ramadhan
Editor : Bayu Galih

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved