Breaking News:

VIDEO - Belum Setahun Budidaya Lobster Air Tawar, Enang Terbantu Ekonomi, Jadi Rujukan Pemda Biak

belum genap setahun menekuni usaha ini,  ia sangat terbantu dalam urusan ekonomi dan kebutuhan keluarga. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Budidaya lobster air tawar sangat menjanjikan. Bahkan sangat membantu perekonomian. 

Demikian hal itu dikatakan pembudidaya lobster air tawar, Enang Nurdin (56) saat ditemui di tempat penangkaran lobster tersebut di Desa Dukuhbadag, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Kamis (26/11/2020).

Enang mengatakan, belum genap setahun menekuni usaha ini,  ia sangat terbantu dalam urusan ekonomi dan kebutuhan keluarga. 

Baca juga: Pria Berpeci Hitam Tertunduk Lesu Jelang Sidang Perdata, Ternyata Digugat oleh Anaknya Sendiri

Baca juga: Ustaz Ujang Busthomi Baca Sholawat Nabi Lalu Datangi Tempat Mandi 40 Bidadari di Gunungkarung

Baca juga: Polisi Temukan Dugaan Tindak Pidana Dalam Acara Habib Rizieq Shihab di Megamendung, Jadi Penyidikan

Baca juga: Kiprah M Sholihin, Cabup Indramayu Termiskin, Dulu Sempat Jualan Koran, Duitnya untuk Biaya Kuliah

“Apalagi dua bulan kemarin, ada dua pejabat dari Pemda Biak datang ke sini, untuk belajar budidaya untuk dikembangkan di daerahnya,” ungkap Enang saat mengawali perbincangan tadi.

Menyinggung soal kedatangan dua ASN (Aparatur Sipil Negeri), kata Enang, mereka itu sebelumnya melihat youtube di kanal Tribuncirebon.com. 

“Iya, saat mereka datang saya juga kaget. Apalagi datangnya itu sembari bawa peta dan menunjukkan video dalam kanal youtube Tribun,” kata Enang yang juga Ketua DPD Beringin Berkarya Kabupaten Kuningan.

Singkat cerita, kata Enang langsung menyambut baik dan memberikan waktu serta kesempatan kepada kedua utusan dari pemerintah daerah Biak tersebut. 

“Jadi mereka di sini selama dua hari dan belajar budidaya lobster, mulai dari pembersihan tempat atau kolam, pengaturan sirkulasi air dan pemberian pakan terhadap lobster tersebut,” katanya.

Tidak hanya itu, lanjut Enang mengatakan, saat pulang ke daerah asal mereka membeli sebanyak 20 paket dengan masing–masing satu paket itu seharga Rp 250 ribu.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved