Sopir Ambulans Kelamaan di WC, Jenazah Pasien Dibawa Pulang Pakai Taksi Online, Keluarga Nangis

Gara-gara sopir ambulans kelamaan di kamar mandi, jenazah pasien terpaksa diantar dengan taksi online.

Istimewa
Ilustrasi jenazah 

"Pasien tidak ada menggunakan BPJS sama sekali dan itu memang pasien tanpa BPJS. Kalau tadi itu memang pasien BPJS, saya tahu sendiri kalau prosedur BPJS memang agak lama. Inikan tidak BPJS kenapa lama," tuturnya.

Ilham menyebutkan bahwa almarhum meninggal karena adanya komplikasi pada jantung, paru-paru dan otak.

"Pasien sakit, ada pembengkakan di jantung dan paru-paru, sama ada saraf otaknya kejepit. Itu ada hasil rontgen nya semua itu semalam sore keluar," tuturnya.

Terakhir, ia menegaskan pihak keluarga tidak akan mengambil uang biaya mobil ambulan yang sudah di bayar kepada pihak rumah sakit.

"Kami gak akan mengambil uang itu. Kami ikhlaskan aja untuk mereka. Kami hanya menyesalkan kenapa sistemnya seperti itu," pungkasnya.

Pihak Rumah Sakit (RS) Mitra Sejati akhirnya memberikan statement terkait keluhan keluarga pasien terkait penelantaran jenazah hingga berjam-jam tidak diantarkan ambulans, Rabu (26/11/2020).

Pasien yang meninggal tersebut beridentitas Yuniarty (43) warga Jalan Eka Sama, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan.

Humas RS Mitra Sejati Medan Erwinsyah Dimyati Lubis menjelaskan kronologi awal pasien tersebut masuk dirawat di RS Mitra Sejati pada 23 November 2020 dan meninggal pada 25 November 2020.

"Pasien masuk Rumah Sakit pada 23 November 2020, di ICU 25 November 2020 pujul 5.30 WIB dan 6.30 WIB pasien meninggal," tuturnya kepada tribunmedan.id, Kamis (26/11/2020) di RS Mitra Sejati Medan.

Ia menyebutkan pada rentan waktu hingga pukul 09.30 WIB terdapat proses pencabutan alat medis dan administrasi.

"Antara rentan waktu itu kan ada pencabutan alat-alat, administrasi sampai 9.30 WIB atau 9 lebih sedikit pasien dibawa oleh keluarga," tuturnya.

Erwin menegaskan pihaknya tidak ada menelantarkan jenazah pasien tersebut, namun ada kesalahpahaman antara keluarga dengan supir ambulans.

Dimana ia menyebutkan bahwa sopir ambulans pada saat tersebut sedang berada di toilet.

"Saya tegaskan RS tidak pernah menelantarkan pasien apalagi mayat, hanya terjadi kesalahpahaman. Artinya kita ada supir 3 orang, dan supir juga pada saat pasien yang meninggal tadi sudah keluar dari ruang ICU ke bawah sopir kita dalam keadaan ke toilet. Pas dia keluar ditanya sama satpam dimana pasien nya, udah dibawa sama keluarga," tuturnya.

Lebih lanjut, Erwin menyebutkan bahwa keluarga korban tersebut tidak sabar menunggu kehadiran sopir.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved