Breaking News:

Penganiayaan PMI Asal Cirebon

Di Malaysia, Mei Hariyanti TKW Asal Cirebon Gak Boleh Pakai HP, Majikan Bisa Ngamuk, Mei Babak Belur

Saat ini, Mei menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Kuala Lumpur karena kondisinya yang cukup memprihatinkan.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Syafi'i saat menunjukkan foto anaknya, Mei Hariyanti, di rumahnya di Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jumat (27/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cirebon bernama Mei Hariyanti (26) dianiaya majikannya di Malaysia.

Saat ini, Mei menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Kuala Lumpur karena kondisinya yang cukup memprihatinkan.

Ayah Mei, Syafi'i, mengatakan, anaknya bekerja di Malaysia sejak lebih dari setahun lalu.

Menurut dia, selama kurun waktu tersebut Mei sebulan sekali menelepon suami dan anaknya.

"Kalau menelepon paling ke suami dan anaknya, itu rutin sebulan sekali," ujar Syafi'i saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jumat (27/11/2020).

Ia mengatakan, Mei tidak pernah menelepon orang tua maupun saudaranya meski kerap menelepon suami dan anaknya.

Syafi'i menyampaikan, hal itu dikarenakan Mei dilarang memegang ponsel selama bekerja oleh majikan yang menganiayanya tersebut.

Bahkan, saat menelepon suami dan anaknya pun Mei selalu menggunakan ponsel majikannya serta waktunya dibatasi.

"Katanya Mei enggak boleh memegang ponsel, pakai (telepon) punya majikannya dan dibatasi waktunya," kata Syafi'i.

Pihaknya juga mengungkapkan cita-cita Mei bekerja di luar negeri ialah membangun rumah untuk keluarganya.

Namun, cita-cita itu tampaknya pupus karena Mei menjadi korban penganiayaan oleh majikannya sendiri.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved