Breaking News:

150 Santri Al Mutawally Positif Covid

Buntut Santri Ponpes Al-Mutawally Positif Covid-19, Warga Desa Bojong Segera Lakukan Swab Test

Pemdes Bojong juga telah mengajukan surat permohonan penyemprotan disinfektan ke BPBD Kabupaten Kuningan.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Kontributor Tribun Cirebon/Ahmad Ripai
Pondok Pesantren Al Mutawally di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kuningan 

Laporan Kobtributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Muncul klasternya Ponpes Al-Mutawally yang dinyatakan dengan positif Covid-19 150 santri, warga Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan akan segera menjalani swab massal.

"Swab massal itu rencananya akan dilakukan pada Senin (30/11) pekan depan," ungkap Kepala Desa Bojong, Nurul Komariah kepada wartawan, Jum'at (27/11/2020).

Orang nomor satu di desa itu mengatakan bahwa swab massal akan diberlakukan kepada warga yang rumahnya berada dekat dengan Ponpes Al-Mutawally.

Baca juga: Intip Isi Apartemen Mewah Nikita Willy dan Indra Priawan, Barang Tak Terduga Ini Ada di Dapur Mereka

Baca juga: VIRAL VIDEO Ambulans Bawa Pasien Corona, Melawan Arus lalu Hantam Motor yang Dikendarai Polisi

Baca juga: PMI Asal Indramayu di Taiwan Ini Alami Depresi Parah, Diberi Roti Bilang Allah Aku Makan Ya

Baca juga: Gejala-gejala Kista Ovarium pada Wanita yang Harus Diwaspadai, Bisa Jadi Karena Siklus Menstruasi

"Kemungkinan hari Senin nanti akan dilakukan swab terhadap warga di sekitar Ponpes Al-Mutawally. Nanti akan bertahap swabnya mulai Senin," katanya.

Selain melakukan swab terhadap warga di sekitar Ponpes Al-Mutawally, Pemdes Bojong juga telah mengajukan surat permohonan penyemprotan disinfektan ke BPBD Kabupaten Kuningan.

"Apalagi posko Covid-19 juga telah dibangun di depan Ponpes Al-Mutawally. Sementara untuk pembatasan aktivitas masyarakat, kita masih berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Kuningan," katanya.

Sebelumnya, jumlah kasus terkonfirmasi positif covid19 berdasarkan data Tim Crisis Centre Kuningan menyebutkan ada sebanyak 1203 dengan jumlah discarded ada 905 orang dan masih melakukan ada karantina ada sebanyak 280 orang.

"Untuk kasus meninggal ada sebanyak 18 orang dan kasus terkonfirmasi ini di dominasi dari sebanyak Laki-laki 770 orang dan Perempuan ada 433 orang," ungkap Juru Bicara Satgas covid19 Kuningan, Agus Mauludin kepada awak media, Jum'at (27/11/2020)

Kemudian untuk kasus kontak erat total ada sebanyak 1123 orang dan jumlah discarded ada 1123 orang serta masih karantina nihil.

"Kasus kontak erat ini dari sebanyak Laki-laki ada 610 orang dan Perempuan ada 513 orang," katanya.

Mengenai klaster Pondok Pesantren Al Mutawally, di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus ini menjadi perhatian lingkungan sekitar. "Betul, hasil swab tes sudah keluar dan kita lakukan tracing serta pelayanan full terhadap klaster tersebut," katanya. 

Hasil swab tes nyatakan ada sebanyak 150 santri dan warga di Kuningan positif covid-19. "Untuk santri ada 146 dan warga lain di daerah Kuningan itu ada 4 orang positif," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan, Indra Bayu saat di konfirmasi via ponsel, Jum'at (27/11/2020).

Tindaklanjut dan penanganan terhadap klaster Ponpes Al Mutawally di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus. "Untuk kawasan sekitar, kita lakukan penjagaan ketat dengan pembuatan posko, ini tidak jauh seperti klaster ponpes sebelumnya," katanya.

Dalam penerapan di kawasan Klaster, kata Indra yang juga mantan Camat Subang mengemuka, pihaknya senantiasa memberikan perhatian dan terus melakukan upaya kasus kontak erat.

"Iya kita awasi dan kita juga berikan bantuan logistik kepada santri saat melakukan karantina atau isolasi mandiri," katanya.

Perlu diketahui pula, kata dia, upaya dekontaminasi atau sterilisasi lingkungan ponpes itu jelas menjadi prioritas dalam mencegah penyebaran kasus covid19 sekitar. "Untuk lingkungan tentu sudah dilakukan pembersihan dan juga melakukan penyemprotan dengan cairan disinfektan," katanya.

Mengenai santri lainnya, kata dia, jauh hari sudah dipulangkan dengan persyaratan usai ikuti Rapid tes antigen. "Santri tak terpapar sudah dipulangkan dan untuk santri terpapar kita perketat dan berikan pelayanan medis serta kebutuhan lainnya," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved