Breaking News:

Penganiayaan PMI Asal Cirebon

BP2MI: Penganiayaan PMI Cirebon Telah Melukai Bangsa, Penghinaan Bagi Negara Kita

Mengingat Mei beserta PMI lainnya merupakan pejuang, pahlawan devisa, dan pahlawan bagi keluarganya.

Foto ISTIMEWA
Kepala BP2MI, Benny Ramdhani (kedua kanan). 

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Ramdhani, mengatakan, masih berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM).

Pihaknya memastikan PDRM telah mengamankan dua majikan PMI yang berasal dari Kota Udang tersebut.

Baca juga: PMI Asal Cirebon Disiksa Majikannya, Terungkap Setelah Ada yang Melihat Tidur di Teras Rumah

Baca juga: BREAKING NEWS: PMI Asal Cirebon Disiksa Majikannya di Malaysia, Hampir Sekujur Tubuh Korban Luka

"Ada dua majikannya, dan merekansudah diamankan oleh PDRM," ujar Benny Ramdhani melalui keterangan tertulis yang diterima Tribuncirebon.com, Jumat (27/11/2020).

Ia mengatakan, PDRM juga telah menetapkan status keduanya sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap Mei.

Diketahui, keduanya merupakan pasangan suami istri bernama Lim Sore dan Tuan Ann.

Mereka tercatat beralamat di B 11 7 Blok B Casa Magna Jalan Prima 10 Metro Prima Kepong 52100 Kuala Lumpur, Malaysia.

"Diduga korban disiksa oleh majikannya secara keji hingga mengalami luka hampir di sekujur tubuhnya," kata Benny Ramdhani.

Penganiayaan tersebut terungkap setelah PDRM melakukan operasi penggerebekan rumah kedua tersangka.

Operasi itu didasari laporan dari Tenaganita Petaling yang berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur.

Tenaganita Petaling menerima aduan masyarakat sekitar yang melihat korban dibiarkan tidur di teras rumah majikannya.

Bahkan, kala itu warga melihat kondisi korban juga cukup mengenaskan.

Terlantar Tidur di Teras Rumah

Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cirebon yang bekerja di Malaysia disiksa majikannya.

Kini, PMI bernama Mei Heriyanti (26) itu masih dirawat di rumah sakit Kuala Lumpur karena kondisinya yang cukup memprihatinkan.

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Ramdhani, mengatakan, kasus tersebut terungkap pada November 2020.

Saat itu, Polisi diraja Malaysia (PDRM) melakukan operasi penggerebekan sebuah rumah yang beralamat di Nomor 23 Jalan J Taman Batu 52000 Kuala Lumpur, Malaysia.

Baca juga: BREAKING NEWS: PMI Asal Cirebon Disiksa Majikannya di Malaysia, Hampir Sekujur Tubuh Korban Luka

Baca juga: Profil Ajay Muhammad Priatna Wali Kota Cimahi yang Ditangkap KPK, Ajay Kena OTT Kasus Suap RS

"Penggerebekan itu untuk menyelamatkan Mei Heriyanti yang diduga disiksa secara keji oleh majikannya," kata Benny Ramdhani melalui keterangan tertulis yang diterima Tribuncirebon.com, Jumat (27/11/2020).

Ia mengatakan, operasi tersebut didasari laporan dari Tenaganita Petaling yang berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur.

Tenaganita menerima aduan masyarakat sekitar yang melihat korban dibiarkan tidur di teras rumah majikannya.

Bahkan, kala itu warga melihat kondisi korban juga cukup mengenaskan.

"Dari laporan itu ditindaklanjuti penggerebekan ke rumah majikan Mei," ujar Benny Ramdhani.

Menurut dia, Mei bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) di Malaysia selama 13 bulan terakhir.

Mei diberangkatkan ke Negeri Jiran secara prosedural melalui proses di UPT BP3MI Jakarta.

Selain itu, PMI asal Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, tersebut juga mempunyai Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN).

Sekujur Tubuh Korban Luka

Pegawai Migran Indonesia (PMI) asal Cirebon yang bekerja di Malaysia mengalami penyiksaan oleh majikannya.

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Ramdhani, mengatakan, PMI tersebut bernama Mei Harianti (26).

Menurut dia, wanita kelahiran Cirebon, 7 Mei 1994 itu disiksa majikannya hingga mengalami luka hampir di seluruh badannya.

Baca juga: Hattrick! 3 Wali Kota Cimahi Berturut-turut Ditangkap KPK, Ajay Tak Berkaca dari Kasus Itoc dan Atty

Baca juga: Tangkap Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna, KPK Sita Uang Rp 420 Juta dari Kesepakatan Rp 3,2 Miliar

"Kasus ini telah membuktikan adanya pelanggaran berat terhadap PMI bernama Mei Harianti," ujar Benny Ramdhani melalui keterangan tertulis yang diterima Tribuncirebon.com, Jumat (27/11/2020).

Ia mengatakan, Mei bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) di Malaysia selama 13 bulan terakhir.

Mei diberangkatkan ke Negeri Jiran secara prosedural melalui proses di UPT BP3MI Jakarta.

Selain itu, PMI asal Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, tersebut juga mempunyai Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN).

"Saat ini, Mei masih dirawat di Rumah Sakit Kuala Lumpur karena kondisinya yang cukup memprihatinkan," kata Benny Ramdhani.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved