Breaking News:

Penganiayaan PMI Asal Cirebon

BP2MI: Penganiayaan PMI Cirebon Telah Melukai Bangsa, Penghinaan Bagi Negara Kita

Mengingat Mei beserta PMI lainnya merupakan pejuang, pahlawan devisa, dan pahlawan bagi keluarganya.

Foto ISTIMEWA
Kepala BP2MI, Benny Ramdhani (kedua kanan). 

Ia mengatakan, hal itu dilakukan untuk memastikan kedua majikan Mei mendapatkan hukuman yang setimpal.

Selain itu, pendampingan tersebut juga dalam rangka upaya perlindungan terhadap korban.

"Majikan korban sudah diamankan, ada dua orang. Mereka suami istri," ujar Benny Ramdhani.

Pihaknya mengutuk penyiksaan yang menimpa PMI yang bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) di Malaysia selama 13 bulan terakhir.

Saat ini, Polisi Diraja Malaysia (PDRM) telah menetapkan status manjikan korban sebagai tersangka kasus penganiayaan.

Diketahui, keduanya merupakan pasangan suami istri bernama Lim Sore dan Tuan Ann.

Mereka tercatat beralamat di B 11 7 Blok B Casa Magna Jalan Prima 10 Metro Prima Kepong 52100 Kuala Lumpur, Malaysia.

Majikan Diamankan Polisi Malaysia

Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cirebon yang bekerja di Malaysia dianiaya majikannya.

Kini, PMI bernama Mei Hariyanti (26) itu masih dirawat di rumah sakit Kuala Lumpur karena kondisinya yang cukup memprihatinkan.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved