Breaking News:

Penganiayaan PMI Asal Cirebon

BP2MI: Penganiayaan PMI Cirebon Telah Melukai Bangsa, Penghinaan Bagi Negara Kita

Mengingat Mei beserta PMI lainnya merupakan pejuang, pahlawan devisa, dan pahlawan bagi keluarganya.

Foto ISTIMEWA
Kepala BP2MI, Benny Ramdhani (kedua kanan). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cirebon bernama Mei Hariyanti (26) dianiaya majikannya di Malaysia.

Kini, Mei dirawat di rumah sakit di Kuala Lumpur karena kondisinya yang cukup memprihatinkan.

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Ramdhani, mengatakan, jajarannya telah melakukan sejumlah upaya untuk menangani kasus tersebut.

Di antaranya, meminta KBRI Malaysia menggunakan kekuasaan diplomatiknya untuk melakukan pendampingan dan upaya hukum agar korban mendapatkan keadilan.

"Kami juga meminta Menaker RI meninjau ulang MoU dengan Malaysia yang sudah berakhir 2016," ujar Benny Ramdhani melalui keterangan tertulis yang diterima Tribuncirebon.com, Jumat (27/11/2020).

Ia mengatakan, BP2MI juga ingin dilibatkan untuk meninjau penempatan PMI ke Malaysia.

Pasalnya, selama ini Malaysia belum secara utuh memberikan pelindungan kepada PMI.

Selain itu, pihaknya meminta Menteri BUMN RI agar mengalokasikan PMI di Malaysia agar bekerja di PTPN untuk sektor perkebunan yang selama ini mendominasi Malaysia.

Selain itu, pekerja di sektor konstruksi dapat dimaksimalkan bekerja di perusahaan BUMN sektor konstruksi seperti Wika, PP, Adhikarya dan Hutama Karya, serta lainnya.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved