Breaking News:

Dua Cewek Muda Diciduk Polisi, 1 Cewek PSK Online, Menawarkan Diri ke Pria Hidung Belang via MiChat

Mereka dihadirkan diketahui, merupakan tersangka kasus prostitusi online melalui aplikasi Michat.

Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso didampingi Kasat Reskrim, AKP Siswo DC Tarigan berhasil menghadirkan dua gadis asal Kabupaten Majalengka di konferensi pers di Mapolres setempat, Kamis (26/11/2020) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso didampingi Kasat Reskrim, AKP Siswo DC Tarigan berhasil menghadirkan dua gadis asal Kabupaten Majalengka di konferensi pers di Mapolres setempat, Kamis (26/11/2020).

Mereka dihadirkan diketahui, merupakan tersangka kasus prostitusi online melalui aplikasi Michat.

Bismo menjelaskan, kedua tersangka berinisial AS (24) dan IP (25) yang berasal dari Kecamatan Jatiwangi dan Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka.

Keduanya terungkap oleh polisi, lantaran menawarkan jasa pelayanan pekerja seks komersial (PSK) secara online.

"Diketahui bahwa, di kos-kosan yang berada di Kecamatan Majalengka, ditemukan adanya kegiatan prostitusi secara online melalui aplikasi Mi Chat dan WhatsApp," ujar Bismo, Kamis (26/11/2020).

Lebih lanjut, saat ditelusuri Polisi berhasil menemukan adanya seorang pria hidung belang sedang asik bersama dua wanita di salah satu kamar kos-kosan.

"Diketahui dari salah satu wanita tersebut dijajakan oleh tersangka untuk melayani pria hidung belang," ucapnya.

Pada saat penangkapan Polisi berhasil mengamankan uang tunai sebesar Rp 1,8 juta dan beberapa gambar tangkap layar postingan tersangka untuk dijadikan barang bukti.

"Kami sangat serius dalam menumpas kegiatan prostitusi ditengah melonjaknya kasus covid-19 di Kabupaten Majalengka.

Ditengah pandemi covid-19 ini, prostitusi harus dibasmi guna memutus mata rantai penularan virus corona. Karena kegiatan tersebut sangat rawan penularan," jelas dia.

Atas kejadian tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 27 ayat 1 Jo Pasal 45 ayat 1 UU No. 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Tersangka diancam paling lama enam tahun penjara atau denda paling banyak satu miliar rupiah," tandasnya.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved