Breaking News:

Covid19 di Ponpes Al Mutawally Kuningan

VIDEO - 156 Santri dan Tenaga Pendidik di Ponpes Al Mutawally Kuningan Reaktif Covid-19

156 santri dan tenaga pendidik di Pondok Pesantren Al Mutawally yang terletak di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus,Kuningan dinyatakan reaktif Covid-19.

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN – Sebanyak 156 santri dan tenaga pendidik di Pondok Pesantren Al Mutawally yang terletak di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus,Kuningan dinyatakan reaktif Covid-19.
Hal itu dikatakan Direktur Ponpes Al Mutawally, yakni Nurul Rosidin saat menyampaikan keterangan kepada awak media, di lingkungan lembaga pendidikan setempat, Senin (23/11/2020).
Nurul Rosidin mengatakan bahwa diketahui santri dan tenaga pendidik Ponpes Al Mutawally terpapar itu mengalami gangguan indera perasa dan demam.
“Iya ada anak santri yang merasa demam dan kami kordinasi dengan Ketua IDI Kuningan, pak dokter Asep Hermana,” katanya.
Koordinasi dengan dokter Asep, kata dia, di hari kemudian langsung dilakukan rapid test antigen dan diikuti sebanyak 443 santri dan tenaga atau staf lembaga.
“Hasil dari rapid antigen itu diketahui reaktif positif sebanyak 156 orang,” katanya.
Masing – masing dari jumlah keseluruhan itu, kata dia, ada sebanya 4 orang tenaga guru dan sisanya santri. 
“Kemudian dari 152 santri, itu terbilang ada sebanyak 47 laki – laki dan ada 105 perem[uan,” katanya.
Menyinggung soal swab tes, kata dia, hingga kini masih menunggu hasilnya bagaimana.
“Iya mereka yang reaktif positif ikuti swab test di puskesmas dan hasilnya belum ada,” katanya.
Mengenai kronologisnya, kata Nurul Rosidin mengatakan, persis pada momentum Hari Kesehatan Naasional di daerah.
”Semua santri mengikuti rapid tes dan belakagan di ketahui ada beberapa santri yang merasakan demam dan gangguan indera penciumannya,” katanya.
Diketahui usai kegiatan HKN itu ada sebanyak 7 santri yang merasa demam dan kurang badan.
“Dari sana julahnya terus meningkat menjadi 10 sampai 40 dan hingga sekarang,” katanya. 
Lantas dari kejadian itu, langsung kordinasi dengan dokter Asep Hermana sampai demikian.
“Kita ikuti protokol kesehatan dan untuk santri lainnya, kita sudah di pulangkan. Karena sudah waktunya dari enam bulan terakhir itu mereka belum pulang,” katanya. (*)
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved