Breaking News:

Virus Corona di Indramayu

Pimpinan Pesantren di Indramayu Wafat karena Corona, Buntutnya 20 Orang di Lingkungan Positif Corona

Masih dijelaskan Deden Bonni Koswara, petugas pemulasaran yang saat itu bertugas tidak bisa berbuat banyak

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, Senin (6/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Klaster pesantren yang terjadi di kompleks pondok pesantren di Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu menghebohkan masyarakat.

//

Pasalnya, klaster tersebut terjadi akibat aksi nekat warga dan para santri pondok pesantren setempat menghadang jenazah Covid-19 saat hendak di makamkan.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, kejadian itu terjadi pada 8 November 2020.

Saat itu, meski sudah meninggal dunia, hasil swab pasien yang merupakan tokoh agama setempat belum keluar.

"Mereka saat itu ingin menghormati pimpinannya atau pasien tersebut," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (24/11/2020).

Masih dijelaskan Deden Bonni Koswara, petugas pemulasaran yang saat itu bertugas tidak bisa berbuat banyak.

Warga dan para santri tetap memaksa dengan menghadang dan meminta jenazah di bawa dahulu ke pondok pesantren.

Di sana, petugas kembali diberi pengertian, warga pun akhirnya setuju pemakaman jenazah dilakukan dengan protokol Covid-19, dengan catatan mereka ingin menyolatkan jenazah terlebih dahulu.

Jenazah pun disalatkan di depan mobil ambulans.

"Di pondok pesantren tersebut mereka mengharapkan agar jenazah disolatkan di depan mobil sehingga tidak langsung ke pemakaman," ujarnya.

Imbasnya, 20 orang dilingkungan kompleks pondok pesantren itu positif Covid-19 sesuai hasil tracing Satgas.

Terdiri dari 18 santri dan dua pengurus pondok. Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu kini tengah melakukan tracing ulang terhadap seluruh santri untuk menekan penyebaran.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pak camat selaku Ketua Satgas Kecamatan, kami meminta untuk dilakukan disinfeksi terhadap dan memisahkan orang-orang yang tidak terpapar," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved