Breaking News:

Libur Panjang Akhir Tahun Dikurangi, Satgas Covid-19 Jabar Tetap Tes Rapid Acak di Tempat Wisata

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Jawa Barat mengatakan akan tetap mengikuti keputusan  pemerintah yang memangkas libur panjang akhir tahun

Istimewa
Pemerintah pusat telah memutuskan mengurangi libur panjang akhir tahun yang bertepatan dengan Hari Raya Natal dan libur pengganti Hari Raya Idul Fitri serta Tahun Baru 20 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Jawa Barat mengatakan akan tetap mengikuti keputusan  pemerintah yang memangkas libur panjang akhir tahun 2020 sebagai upaya pengendalian penyebaran Covid-19.

Seperti diketahui, pemerintah pusat telah memutuskan mengurangi libur panjang akhir tahun yang bertepatan dengan Hari Raya Natal dan libur pengganti Hari Raya Idul Fitri serta Tahun Baru 2021. Hal itu dibahas dalam rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (23/11).

Presiden Joko Widodo menyampaikan keputusan pemangkasan libur panjang akhir tahun ini. Jokowi meminta agar keputusan itu segera dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait.

Baca juga: Gara-gara Knalpot Bising, Yoga Bisma Dianiaya Lima Orang Hingga Tewas

Baca juga: Ini Zikir & Doa Setelah Sholat Tahajud dan Niat Sholat Tahajud, untuk Kemuliaan di Dunia dan Akhirat

Baca juga: Harga HP Vivo Terbaru V20 SE Aquamarine Green, Punya Fitur Super Night Selfie dengan Kualitas Mantap

Baca juga: TNI Viral Lagi, Kemarin Ramai Turunkan Baliho Habib Rizieq, Sekarang Trending karena Kawal Artis

"Kita mah ikut-ikut saja, apa yang menjadi keputusan pusat, kita ikuti," ujar Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jabar, Daud Achmad di Bandung, Selasa (24/11).

Daud mengatakan ada atau tidaknya libur panjang tidak berpengaruh terhadap kinerja Satgas Covid-19 Jabar dalam upayanya menekan potensi penyebaran Covid-19 di Provinsi Jabar.

"Mau libur atau tidak, kita mah tetap kerja, jadi enggak ada pengaruh. Kita mah enggak usah nilai baik atau tidak lah ya, yang pasti kita tetap bekerja," kata Daud.

Lebih lanjut Daud mengatakan, berkaca pada libur panjang Oktober 2020 lalu, pihaknya pun berencana menggelar kembali rapid tes acak untuk menekan potensi penularan Covid-19 di kawasan wisata.

Bahkan, kata Daud, rapid tes secara acak pada libur panjang mendatang direncanakan mencakup wilayah yang lebih luas dan sasaran objek yang lebih banyak lagi.

"Libur panjang nanti kita bakal gelar rapid tes acak lagi. Bahkan, kemungkinan cakupannya lebih luas dan jumlah yang dites lebih banyak. Intinya, testing, tracing, dan treatment tetap kita lakukan, baik saat hari libur ataupun tidak," katanya.

Sebelumnya, hal tersebut pun dikatakan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Ada atau tidaknya libur panjang akhir tahun ini, ujarnya, pihaknya tetap giat melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

"Tugas Jabar mah mengamankan. Ada libur panjang diamankan, enggak ada libur panjang diamankan. Jadi saya engga bisa mengomentari terlalu jauh. Yang penting mah, di mana dilonggarkan, potensi pasti naik. Itumah hukum alam," katanya.

Berdasarkan pengalaman libur panjang Oktober lalu, katanya, memang terjadi peningkatan angka penambahan kasus Covid-19, tapi tidak signifikan. Dari 14 ribuan orang yang dites, hanya lima orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Terlebih, katanya, berbagai hotel di berbagai kawasan wisata di Jawa Barat sudah terpesan oleh para wisatawan pada akhir tahun. (Sam)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved