Breaking News:

Covid19 di Ponpes Al Mutawally Kuningan

Santri Ponpes Al Mutawally Tak Bergejala Covid-19 Sudah Dipulangkan, Bantuan Logistik Terus Mengalir

santri tak bergejala di lingkungan Pondok Pesantren Al Mutawally, Desa Bojong, Kecamatan Cilimus sudah dipulangkan.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Kontributor Tribun Cirebon/Ahmad Ripai
Pondok Pesantren Al Mutawally di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kuningan 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai 

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Juru Bicara Satgas Covid19 Kuningan, Agus Mauludin menyakini bahwa santri tak bergejala di lingkungan Pondok Pesantren Al Mutawally, Desa Bojong, Kecamatan Cilimus sudah dipulangkan.

"Kebetulan santri di sana  kebanyakan orang Kuningan dan hingga saat ini koordinasi dari lembaga Ponpes Al Mutawally pun masih berjalan," kata Agus saat dihubungi tadi, Senin (23/11/2020).

Agus mengatakan, meski mengalami reaktif positif covid19 yang melibatkan 156  santri dan pengurus di lingkungan Ponpes tersebut.

Baca juga: Fantasi Liar Jenita Janet di Atas Ranjang Terungkap, Ingin Lakukan Ini Dengan Sang Suami Danu Sofwan

Baca juga: Banyak Warga Terpapar Covid-19 di Desa Sadasari Majalengka, Polres Majalengka Bagikan Sembako

Baca juga: Nikita Mirzani Naik Moge BMW Bilang Mau Keliling Nyopotin Baliho, Sindir Habib Rizieq Shihab?

"Kami ketat lakukan kordinasi dan pengiriman sejumlah logostik untuk mereka yang menjalani karantina dan isolasi di sana," katanya. 

Sejak tiga hari lalu, kata dia, ratusan terpapar itu usai menjalani swab tes. Namun hingga sekarang belum juga ada hasil. "Iya, kita masih tunggu hasilnya bagaimana," katanya.

 Sementara untuk Update Tim Crisis centre Covid19  Kuningan per hari Senin (23/11/2020) menyebutkan bahwa kasus terkonfirmasi total ada sebanyak 971 orang dan discarded ada 891 orang, serta masih karantina ada sebanyak 63 orang.

"Dalam kasus ini, jumlah meninggal ada 17 orang, dan kasus ini di dominasi berjenis kelamin Laki-Laki ada sebanyak 693 orang dan Perempuan ada 278 orang," katanya. 

Kemudian untuk kasus kontak erat itu total ada sebanyak 1123 orang dengan jumlah discarded ada 1123 orang dan masih karantina nihil serta kasus ini di dominasi jenis kelamin dari Laki-laki ada 610 orang dan Perempuan ada sebanyak 513 orang. 

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 156 santri dan tenaga pendidik di Pondok Pesantren Al Mutawally yang terletak di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus,Kuningan dinyatakan reaktif Covid-19.

Hal itu dikatakan Direktur Ponpes Al Mutawally, yakni Nurul Rosidin saat menyampaikan keterangan kepada awak media, di lingkungan lembaga pendidikan setempat, Senin (23/11/2020).
Nurul Rosidin mengatakan bahwa diketahui santri dan tenaga pendidik Ponpes Al Mutawally terpapar itu mengalami gangguan indera perasa dan demam.
“Iya ada anak santri yang merasa demam dan kami kordinasi dengan Ketua IDI Kuningan, pak dokter Asep Hermana,” katanya.
Koordinasi dengan dokter Asep, kata dia, di hari kemudian langsung dilakukan rapid test antigen dan diikuti sebanyak 443 santri dan tenaga atau staf lembaga.
“Hasil dari rapid antigen itu diketahui reaktif positif sebanyak 156 orang,” katanya.
Masing – masing dari jumlah keseluruhan itu, kata dia, ada sebanya 4 orang tenaga guru dan sisanya santri. 
“Kemudian dari 152 santri, itu terbilang ada sebanyak 47 laki – laki dan ada 105 perem[uan,” katanya.
Menyinggung soal swab tes, kata dia, hingga kini masih menunggu hasilnya bagaimana.
“Iya mereka yang reaktif positif ikuti swab test di puskesmas dan hasilnya belum ada,” katanya.
Mengenai kronologisnya, kata Nurul Rosidin mengatakan, persis pada momentum Hari Kesehatan Naasional di daerah.
”Semua santri mengikuti rapid tes dan belakagan di ketahui ada beberapa santri yang merasakan demam dan gangguan indera penciumannya,” katanya.
Diketahui usai kegiatan HKN itu ada sebanyak 7 santri yang merasa demam dan kurang badan.
“Dari sana jumlahnya terus meningkat menjadi 10 sampai 40 dan hingga sekarang,” katanya. 
Lantas dari kejadian itu, langsung koordinasi dengan dokter Asep Hermana.
“Kita ikuti protokol kesehatan dan untuk santri lainnya, kita sudah dipulangkan. Karena sudah waktunya dari enam bulan terakhir itu mereka belum pulang,” katanya. (*)
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved