Breaking News:

Pria Asal Garut Tega Nodai Gadis di Kebun Teh Ciwidey, Korban Lalu Dipukul, HP Korban Juga Disikat

Polresta Bandung meringkus R karena menyetubuhi anak di bawah umur, lalu menganiaya dan mengambil hanphone korban.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
shutterstock
ILUSTRASI 

Menurut keterangan Korban meminta uang sebesar Rp 400 ribu.

Hendra memaparkan, setelah itu pelaku mengambil handphone korban dan meninggalkan korban begitu saja. 

"Korban harus berjalan selama 1 kilometer, dari tempat kejadian untuk meminta pertolongan kepada masyarakat, kemudian masyarakat memberikan pertolongan," katanya.

Kondisi korban, kata Hendra, sudah bisa pulang ke rumah.

"Namun masih trauma dan juga bekasnya, akan lama hilang sepertinya," tuturnya.

Hendra menjelaskan, adapun pelaku berhasil di tangkap di daerah Garut, 22 November sekitar pukul 08.00 WIB.

Baca juga: Loker November 2020, RS Universitas Indonesia Butuh Lulusan SMA, D3 dan S1 Ada 7 Posisi, Cek Disini!

"Namun karena (pelaku) memberikan perlawanan kepada petugas (yang akan menangkapnya) maka dilakukan tindakan terukur dan tegas," kata dia.

Pelaku dihadiahi timah panas di kaki kiri bagian betis, oleh petugas karena melakukan perlawanan. Hingga kini luka tersebut masih dibalut perban, dan R masih terpincang-pincang saat berjalan.

Hendra mengatakan, pelaku terjerat  undang-undang perlindungan anak dengan ancaman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara.

"Serta pasal 365 (terkait pencurian dengan kekerasan) ancaman minimal 9 tahun," katanya.

Baca juga: Buruh Gigit Jari UMK Kuningan Tidak Ada Kenaikan Hanya Rp 1,8 Juta: Iya Mau Gimana Lagi

Hendra mengimbau, kepada semua orang tua agar selalu memperhatiakan anaknya terutama terkait dengan media sosial. 

"Jangan mudah berkenalan dengan orang orang baru, yang tidak jelas identitasnya, sehingga bisa berakibat tindakan pidana," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved