Breaking News:

Virus Corona

Masyarakat yang Ikut Acara Rizieq Shihab Diimbau Isolasi Mandiri, Sudah Banyak yang Positif Corona

Masyarakat khususnya yang mengikuti acara yang dihadiri oleh Habib Rizieq Shihab, agar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kedatangan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq di Puncak Bogor disambut ribuan simpatisan, Jumat (13/11/2020). 

TRIBUNCIREBON.COM- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat khususnya yang mengikuti acara yang dihadiri oleh Habib Rizieq Shihab, agar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Hal itu dianjurkan mengingat hasil pelacakan kasus Covid-19 melalui serangkaian tes usap atau Tes Swab PCR per Kamis (19/11/2020) kepada para peserta kegiatan tersebut, ditemukan sejumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Kemenkes mengimbau semua orang yang mengikuti acara tersebut dan siapapun yang merasa telah kontak erat dengan orang yang hadir agar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,” ujar Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Muhammad Budi Hidayat, dikutip dari kanal YouTube BNPB, Senin (23/11/2020).

Baca juga: Daftar Harga HP Vivo November 2020: Ada Vivo Y19, X50, S1 Hingga Vivo V20, Mulai Rp 1,5 Jutaan

Baca juga: 60 Persen dari 505 Jembatan di Kuningan Termasuk Bangunan Tua, Sisanya Baru Direkonstruksi

Adapun rincian dari hasil pemeriksaan yang menunjukkan positif Covid-19 tersebut meliputi 50 orang yang terlibat dalam kegiatan di Tebet, 30 orang di Petamburan, dan 15 orang di Megamendung masih menunggu hasil pemeriksaan uji sampel.

"Ditemukan di Tebet total 50 kasus positif dan di Petamburan sebanyak 30 kasus dan di Megamendung terdapat 15 sedang menunggu hasil pemeriksaan,” jelas Budi.

Baca juga: BREAKING NEWS: Ratusan Santri dan Tenaga Pendidik Ponpes Al Mutawally Kuningan Reaktif Covid-19

tribunnews
Markas Syariah Front Pembela Islam (FPI) di Megamendung, Kabupaten Bogor didatangi sang imam besar, Habib Rizieq Shihab, Jumat (13/11/2020). (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Budi menganjurkan bagi siapa saja yang merasa memilki gejala seperti batuk, pilek, sesak napas, sakit tenggorokan serta kehilangan indera perasa, agar segera menghubungi Puskesmas terdekat.

Pemerintah juga telah menyiapkan pusat karantina khusus bagi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.

"Apabila bergejala segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pemerintah juga telah menyiapkan pusat karantina di Rumah Sakit Darurat di Wisma Atlet,” kata Budi.

Baca juga: Insentif Prakerja Bakal Diperpanjang dan Ditambah Hingga 4 Kali? Cek Faktanya di Sini

“Gejala seperti gejala batuk, pilek, sesak napas, sakit tenggorokan serta hilang indera perasa, segera kunjungi Puskesmas terdekat untuk dilakukan tes usap atau Tes PCR,” imbuhnya.

tribunnews
Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Muhammad Budi Hidayat (Tangkap layar channel YouTube BNPB)

Lebih lanjut, pihaknya juga menekankan kepada seluruh tokoh umat maupun siapapun yang memiliki peran penting dalam suatu komunitas tertentu agar lebih bijak serta memberikan keteladanan kepada masyarakat tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved