Breaking News:

Soal Korupsi, Paslon Sholawat Sebut Sudah Cukup Wajah Indramayu Tercoreng, Jangan Sampai Ada Lagi

dampak dari korupsi ini sangat banyak dirasakan, mulai dari merampas keadilan, kemakmuran, hingga kesejahteraan rakyat.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Calon Bupati Indramayu nomor urut 1, Muhamad Sholihin 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pemberantasan korupsi menjadi satu dari sekian banyak program yang menjadi prioritas Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 1 Muhamad Sholihin-Ratnawati (Sholawat) dalam Pilkada Indramayu 2020.

Calon Bupati Indramayu, Muhamad Sholihin mengatakan, sudah cukup wajah Kabupaten Indramayu tercoreng dengan ditangkapnya kepala daerah oleh KPK.

Kejadian itu, disebutkan dia tidak boleh lagi terjadi di Kabupaten Indramayu.

Baca juga: Polda Jabar Ogah Kecolongan, Agenda Ceramah Habib Rizieq di Cianjur Dijamin Tak Bakal Terlaksana

Baca juga: Desy Ratnasari Puji Kader PAN Kuningan yang Mampu Membangun Sekretariat Partai Secara Swadaya

Baca juga: FPI Heran, TNI kok Ikut-ikutan Urus Baliho Habib Rizieq: Sudahlah, Fokus Saja Lawan Teroris di Papua

Baca juga: Jusuf Kalla Bicara Soal Habib Rizieq Shihab, Kenapa TNI Sampai Turun Tangan? Ini Ada yang Salah

"Sudah cukup dua Bupati yang kita sama-sama ketahui, Indramayu tercoreng," ujar dia dalam kegiatan Bincang Pilkada secara virtual yang digelar Tribun Jabar, Sabtu (21/11/2020).

Muhamad Sholihin menyampaikan, dampak dari korupsi ini sangat banyak dirasakan, mulai dari merampas keadilan, kemakmuran, hingga kesejahteraan rakyat.

Imbasnya, pembangunan tidak maksimal dan berujung pada kemiskinan dan terlantarnya rakyat.

Potret prilaku yang tidak terpuji dan tidak mendidik itu, disampaikan Muhamad Sholihin harus menjadi musuh bersama.

Jika kelak terpilih, Muhamad Sholihin berkomitmen akan mengawal birokrasi dengan tegas soal korupsi.

Lanjut dia, birokrasi harus bersih dan tulus dalam memberikan pelayanan.

Jangan sampai ada dana-dana rakyat yang bocor akibat oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. 

"Kang Sholihin siap mengawal abdi rakyat, mindsetnya akan dikembalikan sebagai lokomotif perubahan bahwa dari birokrasi harus siap menolak apapun yang dilarang oleh undang-undang," ujar dia.
 

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved