Breaking News:

Kasus ‘Diksi Limbah’ Ketua DPRD Kuningan Jadi Inspirasi Dosen UMN Bikin Buku Biografi

Munculnya kasus diksi limbah membuat dosen Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Niknik M Kuntarto tertarik membuat buku biografi

TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Niknik M Kuntarto Dosen Jurusan Sastra dan Bahasa di Universitas Multimedia Nusantara saat ditemui di kediaman Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy, di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kuningan, Sabtu (21/11/2020). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Munculnya kasus diksi limbah membuat dosen Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Niknik M Kuntarto tertarik membuat buku biografi Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy.

“Untuk sumber dan referensi, kami bareng tim langsung ke Pak Zul dan orang – orang di sekitar Pak Zul tentunya,” kata Niknik saat ditemui di rumah Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Sabtu (21/11/2020).

Alasan pembuatan buku biografi, kata dia, ini sangat menarik bagi kalangan masyarakat, untuk bebas mengetahui secara keseluruhan dan boleh di pahami dari beberapa pandangan hidup. 

Baca juga: Soal Korupsi, Paslon Sholawat Sebut Sudah Cukup Wajah Indramayu Tercoreng, Jangan Sampai Ada Lagi

Baca juga: Desy Ratnasari Puji Kader PAN Kuningan yang Mampu Membangun Sekretariat Partai Secara Swadaya

Baca juga: Mulai Besok 47 SPBU di Ciayumajakuning Berikan Harga Khusus Pertalite, Lebih Murah Rp 1.200/Liter

Baca juga: Jusuf Kalla Bicara Soal Habib Rizieq Shihab, Kenapa TNI Sampai Turun Tangan? Ini Ada yang Salah

“Secara akademisi yang saya tekuni bidang bahasa, ini sangat menarik untuk mengungkap semua kebenaran dari bahasa, karena secara keilmuan dalam mendampingi atau menghadapi BK (badan Kehormaatan, red) sebelumnya itu tidak mampu menguak kebenaran,” katanya.

Niknik mengaku bahwa dirinya tidak pernah mau melakukan pembelaan terhadap kesalahan seseorang dari unsur bahasa. 

“Dalam pendampingan yang kami lakukan dalam kasus akibat dari bahasa. Sebelum Pak Zul itu ada Ahok atau Basuki Cahaya Puranama, Kivlain Zein, Ratna Sarumpaet, Perusahaan Bakri, dan banyak artis lainnya lagi,” katanya.

Latar belakangan lain, kata Niknik, pembuatan buku ini sebagai ungkapan keilmuan untuk kalangan umum. 

“Ide kreatif dalam pembuatan buku, ketika saya tidak bersuara itu minimal pembuatan buku saya bisa dibaca,” ungkapnya. 

Menyinggung soal penulisan kenapa tidak langsung dari internet, kata dia, memang bisa dilakukan sumber dari internet juga. “Namun ketika di internet sudah banyak yang baca, buat apa saya tulis ulang. Jadi lebih baik datang dan temui sumbernya langsung,” ujarnya. 

Pembuatan buku, kata Niknik, berencana akan ada sebanyak 100-150 lembar. “Penulisan sosok Pak Zul mulai dari kecil hingga sekarang menjadi publik figure dan menjadi politisi daerah,” ujar Niknik seraya menambahkan bahwa mulai penulisan ini dari bulan sekarang.

“Jadi kurang lebih empat bulan ke depan, kita launching buku sebagai peringatan ulang tahun Pak Zul di bulan Maret tahun mendatang,” katanya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved